Joannes Lukas sebak selepas meneliti ayat al-Maidah

Kategori: Kesaksian,Umum

Pertemuan kali pertama penulis dengan anak muda kelahiran Tawau, Sabah ini, langsung tidak menampakkan dirinya seorang mualaf. Ini kerana raut wajah Joannes Lukas, 29, persis jejaka Melayu ditambah pula kelancaran tutur kata tanpa dipengaruhi loghat negeri asalnya.

Malah menurut lulusan Ijazah Sarjana Muda kejuruteraan dari Universiti Putra Malaysia (UPM) ini lagi, kalau melihat penampilan dirinya sebelum bergelar Muslim, beliau sendiri tidak menyangka akan memeluk agama Islam.

“Jadi Muslim… memang tidak pernah terlintas dan terbayang. Ini kerana saya boleh dikatakan seorang penganut Kristian yang setia serta terlibat secara aktif dengan pelbagai aktiviti gereja.

“Tetapi semuanya bermula selepas saya berhijrah ke Semenanjung Malaysia untuk menyambung pengajian di UPM kira-kira 10 tahun lalu. Pada masa itu, saya sedang mengikuti matrikulasi.

“Hakikatnya, pengislaman saya lebih kepada pengkajian dan perbandingan agama. Itupun selepas berhadapan dengan beberapa persoalan berkaitan agama anutan saya ketika itu,” cerita anak muda ini yang yang lebih mesra dengan panggilan Johan ketika ditemui di pejabat Jemaah Islah Malaysia (JIM) di Taman Melawati, Selangor baru-baru ini.

Baca seterusnya…

28 Oct

Kisah seorang polis wanita Amerika memeluk Islam

Kategori: Kesaksian,Umum

LINDA DELGADO, seorang anggota polis berpangkat Sarjan di Arizona, Amerika Syarikat. Beliau menerima hidayah Allah dan memeluk agama Islam ketika dunia digegarkan dengan isu keganasan. Ikuti kisah beliau bagaimana belia memeluk agama Islam dan suka duka pengalaman beliau.

LIMA tahun yang lalu, usia saya 52 tahun dan merupakan seorang Kristian. Saya bukannya ahli pada mana-mana gereja, tapi sepanjang hidup, saya sentiasa mencari kebenaran. Saya menghadiri banyak gereja dan belajar daripada guru-guru mereka. Semuanya tidak lengkap dan saya menyadari tiada apa yang benar melainkan Allah. Sejak usia saya 9 tahun saya membaca Injil setiap hari. Tidak dapat dikatakan, sejak sekian tahun lamanya, kerap kali saya mencari kebenaran yang hakiki.

Bertahun-tahun lamanya sepanjang pencarian saya untuk kebenaran, saya mempelajari beberapa ajaran agama. Lebih setahun lamanya saya belajar dua kali seminggu bersama seorang paderi Katolik, tapi tidak boleh menerima kepercayaan Katolik. Kemudian selama setahun saya mempelajari Kesaksian Jehovah dan juga tidak dapat menerima kepercayaan mereka. Saya menghabiskan masa hampir dua tahun bersama Mormon dan masih tidak menjumpai kebenaran. Saya pergi ke beberapa gereja Protestan, sesetengahnya selama beberapa bulan, cuba mencari jawapan pada persoalan saya.

Baca seterusnya…

18 Aug

Membongkar Hakikat Agama Kristian

Video BONGKAR KRISTIAN oleh Hajjah Irene Handono (mantan biarawati). Dahulunya beliau merupakan seorang pendakyah Kristian, sekarang beliau sudah menjadi seorang pendakwah Islam yang gigih. Di dalam video ini beliau membongkar hakikat kelemahan agama Kristian di mana 99% orang Kristian sendiri tidak tahu kerana disembunyikan oleh ketua-ketua paderi mereka sendiri.

Baca seterusnya…

16 Apr

Kesaksian Abraham David Mandey memeluk Islam

Kategori: Islam,Kesaksian

(Abraham David Mandey = Ahmad Dzulkiffi Mandey)

Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.

Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.

Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin “Sapta Marga”-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.

Baca seterusnya…

16 Aug

Rahmat Islam untuk Rahmat Purnomo

Kategori: Islam,Kesaksian

Ia adalah seorang laki-laki keturunan, sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari Kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya. Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian, namun ia bermadzhab Pantikosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang dakwah di sebuah Gereja Bethel Injil Sabino.

Tidak terbetik dalam hatiku walau sedikit pun untuk menjadi seorang muslim, sebab sejak kecil aku mendapatkan pelajaran dari orang tuaku yang selalu mengatakan padaku bahwa Muhammad adalah seorang laki-laki badui, tidak punya ilmu, tak dapat membaca dan menulis. Bahkan lebih dari itu, aku telah membaca buku Profesor Doktor Ricolady, seorang nasrani dari Prancis bahwa Muhammad itu seorang dajjal yang tinggal di tempat kesembilan dari neraka. Demikianlah kedustaan itu dibuat untuk menjatuhkan pribadi Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, sejak itulah tertanam pada diriku pemikiran salah yang mendorongku untuk menolak Islam dan menjadikannya sebagai agama.

Baca seterusnya…

16 Aug