Benarkah “Kalimatullah” Bermaksud Tuhan?

Mohd Elfie Nieshaem Juferi

Para misionaris Kristian sememangnya sering menggunakan metodologi membuta-tuli dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tanpa menimbang metodologi “Al-Qur’an mentafsirkan dirinya sendiri”. Baru-baru ini, seorang misionaris Kristian telah memberi suatu penafsiran yang janggal, dengan membuat dakwaan seperti berikut:

    Mari kita membaca tafsir Al-Qur’an, Surah 4:171, yang mengatakan bahawa Isa Almasih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah dan sura 3:45 (Ali Imran: 45) mengatakan (bermaksud) kalimatNya merupakan seorang anak..ini sama dengan firman Allah dalam Injil Yohanes 1:14 mengatakan ‘lalu Firman itu menjadi manusia’.

Begitu bankrapnya pemikiran mereka ini sehinggakan mereka memaksa suatu penafsiran baru ke atas Al-Qur’an dengan mengaitkan ayat di dalam Perjanjian Baru dengan ayat 171 di dalam Surah An-Nissa’ dan ayat 45 di dalam Surah Ali Imran. Kita akan mengkaji kedua-dua ayat Al-Qur’an yang disebutkan oleh puak Kristian di dalam pertuduhan mereka.

Baca seterusnya…

01 Nov

Kenapa anda bertudung?

Dengan gaya penyampaian yang santai tetapi penuh makna dengan maksud tersirat, krew produksi klip ini dan para pelakon wanita mereka telah berjaya menampilkan kepelbagaian pemahaman wanita mengenai konteks pemakaian tudung, termasuk juga kepelbagaian persepsi masyarakat yang melihat wanita bertudung. Paling penting, ia menjelaskan sejauh mana pemakaian tudung menepati ciri-ciri yang dikehendaki oleh agama.

29 Oct

Al-Qur’an Dan Islam Dari Kacamata Barat

Al-Qur’an diturunkan sebagai mukjizat kepada Rasulullah saw untuk dijadikan panduan semua umat manusia. Di dalamnya terkandung pelbagai sistem kehidupan yang bersesuaian dengan fitrah manusia. Al-Quran bukan semata-mata untuk bangsa Arab walaupun ditulis dalam bahasa Arab. Al-Qur’an adalah kitab yang agung untuk umat Islam. Membacanya adalah ibadah manakala mengamalkannya satu kewajipan. Firman Allah s.w.t. bermaksud:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lurus dan memberi berita gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan amal soleh bahawa bagi mereka ada pahala yang besar.” (Surah Al-Isra’ 17:9)

Sabda Rasulullah s.a.w. bermaksud:

“Aku tinggalkan kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama mana kamu berpegang dengan kedua-duanya, iaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” (Riwayat Abu Daud)

Namun, Al-Qur’an adalah kitab yang digeruni oleh orang Eropah (bukan Islam). Mereka berasakan kitab ini amat berbahaya.

Baca seterusnya…

21 Apr

Kesaksian Abraham David Mandey memeluk Islam

Kategori: Islam,Kesaksian

(Abraham David Mandey = Ahmad Dzulkiffi Mandey)

Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.

Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.

Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin “Sapta Marga”-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.

Baca seterusnya…

16 Aug

Rahmat Islam untuk Rahmat Purnomo

Kategori: Islam,Kesaksian

Ia adalah seorang laki-laki keturunan, sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari Kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya. Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian, namun ia bermadzhab Pantikosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang dakwah di sebuah Gereja Bethel Injil Sabino.

Tidak terbetik dalam hatiku walau sedikit pun untuk menjadi seorang muslim, sebab sejak kecil aku mendapatkan pelajaran dari orang tuaku yang selalu mengatakan padaku bahwa Muhammad adalah seorang laki-laki badui, tidak punya ilmu, tak dapat membaca dan menulis. Bahkan lebih dari itu, aku telah membaca buku Profesor Doktor Ricolady, seorang nasrani dari Prancis bahwa Muhammad itu seorang dajjal yang tinggal di tempat kesembilan dari neraka. Demikianlah kedustaan itu dibuat untuk menjatuhkan pribadi Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, sejak itulah tertanam pada diriku pemikiran salah yang mendorongku untuk menolak Islam dan menjadikannya sebagai agama.

Baca seterusnya…

16 Aug