close button

Kisah Penyanyi Rock Inggeris Masuk Islam

Kategori: Kesaksian,Umum

(Cat Stevens – Yusof Islam)

Cat Stevens yang bertukar menjadi Yusof Islam, masuk Islam kerana sebuah buku “Terjemahan Al-Qur’an”, yang diterjemahkan oleh A. Yusof Ali.

Abang Cat Stevens adalah seorang paderi yang cukup kuat Kristiannya. Tiba-tiba abangnya masuk Islam. Pada mulanya Cat Stevens terkejut, dia terfikir bagaimanakah seorang paderi boleh masuk Islam. Akhirnya dia menyimpulkan bahawa abangnya jenis orang gila, sekejap kuat agama Kristian, kemudian menjadi penganut agama Islam pula.

Cats Stevens terus menjalani hidupnya sebagai seorang penyanyi, sibuk dengan pertunjukan pentas sana sini. Pada satu hari, ketika hari jadinya, abangnya yang telah masuk Islam datang ke rumahnya ketika Cat Stevens sedang mengadakan parti hari jadinya. Abangnya mengucapkan selamat hari jadi dan terus menghadiahkan satu bungkusan dan berkata “Benda ini benda suci, tolong letakkan di tempat suci dan jangan kamu hina.” Dia pun ambil dan letakkannya di meja bilik tidurnya.

Setelah habis pesta hari jadinya ketika dia mahu tidur, dia teringat dengan bungkusan yang diberikan oleh abangnya. Apabila dia buka bungkusan tersebut, itulah pertama kali dia terlihat sebuah buku dengan perkataan di kulitnya THE HOLY QU’RAN (Kitab Suci Al-Qur’an). Apabila dia melihat sahaja kitab itu dia terasa sesuatu yang ganjil dalam hatinya.

“Aku buka buku dan aku cuba baca maknanya yang terdapat dalam Bahasa Inggeris, dari satu perkataan ke satu perkataan, dari satu ayat ke satu ayat, aku baca! Baca! Baca! Aku terasa satu macam dalam diriku. Aku tak tahu bagaimana nak gambarkannya tetapi aku memang rasa satu macam. Bermula dari situ, ke mana saja aku pergi, baik ke pertunjukkan pentas atau latihan muzik atau ke mana saja, aku bawa buku itu, aku bawa dalam beg pakaianku. Apabila selesai pertunjukkan pentas, balik ke hotel aku akan sambung baca. Begitulah dari semasa ke semasa.”

Akhirnya Cat Stevens memasuki agama Islam dan menjadi penganut agama yang begitu taat sehingga dia menjadi pendakwah Islam pula sehingga sekarang ini. Namanya Cat Stevens juga ditukar kepada Yusof Islam.

Begitulah keadaannya apabila seseorang itu memahami Islam sebelum masuk Islam. Dia memahami setiap seelok-belok dan hukum Islam serta hati sanubarinya benar-benar yakin dengan Islam, barulah dia masuk Islam. Apabila sudah yakin, imannya tidak bergoyang.

06 Oct

Bekas Pelayan Tuhan Yesus Masuk Islam

Kategori: Kesaksian

(Paulus F. Tengker – Rachmat Hidayat)

Islam Inside

Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.

Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an dan Hadis, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami. Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme di desa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar). Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar. Tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dancanggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.

Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur’an, Hadis dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar mengaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta dan sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam! Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!

Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ecstasy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping! Setelah itu kami “dating” dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat dan pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?! Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercayai, tetapi saya beritahukan kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA BETHEL; GEREJA BETHANY; GEREJA NEHEMIA; GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA; GEREJA ABDIEL. Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan Tuhan pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI! Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.

Mengapa saya masuk Islam? Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu dan jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali. Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.

Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum’at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyuman-Nya yang agung. Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya! Saya pun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto dan gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: “Kalian ini siapa?” Saya menjawab: “Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!” Dia bertanya lagi : “Mana Tuhannya?” Tuhan Yesus menyela : “Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia! Siapakah engkau wahai pria asing?” Pria Yahudi itu berkata: “Akulah ‘Isa Al-Masih dan engkau bukanlah diriku!” Saya menyela: “Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!” Pria Yahudi itu berkata : “Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!” Tuhan Yesus berkata : “Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!” Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus! Keajaiban kedua pun terjadi, pria Yahudi yang mengaku sebagai ‘Isa Al-Masih itu tak kurang apa pun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah! Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan! Lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu…TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS!!! Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit! Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya yang kaget dan tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: “Siapakah engkau sebenarnya?” Pria itu menjawab : “Akulah ‘Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke-24, yang oleh engkau berserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”. Saya berkata : “Bukankah engkau telah mati di kayu salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?” Nabi ‘Isa Al-Masih menjawab: “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia telah terlihat wujud aslinya”.. Saya berkata : “Maksud tuan, Iblis tadi itu…jadi selama ini…” Nabi ‘Isa Al-Masih menukas : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?” Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia…” Nabi ‘Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?” Saya menjawab : “..emmmmm” (tak bisa berkata-kata) Nabi ‘Isa Al-Masih berkata : “Ketahuilah akulah Nabi ‘Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!” Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi ‘Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam, kemudian pergi.

Saya pun lalu terbangun, hari telah pagi, saya merenung mimpi apa itu tadi? Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca…betapa pikiran saya telah dibukakan tapi saya belum yakin betul. Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan Jl. HR Muhammad – Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?! Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul! Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya! Saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah masjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ. Orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30, mendekati jamnya shalat Jum’at, saya perhatikan sekitar saya…orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum’at..saya ini ada di mesjid…mimpi saya…pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi ‘Isa Al-Masih dalam mimpi itu….saya bingung lalu saya tak sadarkan diri…. Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan mesjid rupanya dan ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan. Saya lalu berdiri, tiba-tiba hati ini ingin menangis…menjerit “Ya Tuhan! Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!” Pak Tua itu kaget dan bertanya: “ada apa nak?”, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya danapa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi dan memperdaya agama Islam beserta umatnya. Bapak Tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik….sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang”

Sayapun lalu pulang, menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, Pak Tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk dan berkata: “pak tolong yakinkan saya….saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!”. Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke mesjid tersebut dan kami berdiskusi Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Pak Tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah dan Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh Pak Tua dan beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa Pak Tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para misionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu dan bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun? Terlebih setelah Pak Tua menunjukkan dan memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh Lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi? Yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tatabahasa saja, akan tetapi juga merubah makna dan arti ayat Alkitab itu sendiri? Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Qur’an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur’an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.

Penjelasan Pak Tua dan jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta mensucikan buku- buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang! Sikap rekan- rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap Pak Tua dan jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, saya harus segera mengambil keputusan. Setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam.

Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH – SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH. Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu, papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus. Naudzubillah! Ya Allah, maafkan keluarga saya ini. Mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhanan-Mu yang sesungguhnya.

03 Oct

Adakah Munasabah?

Kepercayaan Agama Kristian

ORANG-ORANG KRISTIAN percaya bahawa semua manusia berdosa kerana mewarisi dosa daripada moyang mereka bernama Adam, yang melanggar perintah Tuhan mereka di Taman Eden. Menurut mereka lagi dosa ini hanya boleh dihapus dan diampunkan oleh Tuhan mereka dengan mempersembahkan seorang insan yang tidak berdosa sebagai korban penebusan dosa kepada Tuhan.

Oleh sebab semua manusia dilahirkan berdosa dan tiada seorang pun manusia yang tidak berdosa maka Tuhan mereka terpaksa menjelma sebagai manusia Yesus Kristus khusus untuk menjadi korban penebusan dosa manusia. Akhirnya semua dosa manusia dihapus dan diampunkan oleh Tuhan yang juga Kristus setelah dikatakan mati di tiang salib. Bagaimanapun Kristus @ Tuhan hidup kembali dan waktu ini sedang duduk di sebelah kanan tangan Tuhan @ Kristus mereka selaku perantara diantara manusia dengan Tuhan @ Kristus. Inilah intisari akidah penganut agama Kristian seluruh dunia hari ini. Mereka juga percaya kepada ketiga-esaan Tuhan.

PERSOALANNYA:

1. ADAKAH MUNASABAH kita membunuh pengampun kita iaitu Tuhan @ Kristus semata-mata untuk mendapat keampunan daripada-Nya?

Bagaimanakah Tuhan @ Kristus mengampun kita kalau Dia dah mati?
Apa gunanya pengampunan kepada Tuhan @ Kristus yang dah mati?

2. ADAKAH MUNASABAH kita melakukan dosa yang paling besar dengan membunuh Tuhan @ Kristus semata-mata untuk menghapuskan dosa Adam yang cuma memakan buah larangan?

3. ADAKAH MUNASABAH kita membunuh Tuhan @ Kristus sebagai persembahan korban kepada Tuhan @ Kristus yang telah kita bunuh itu?

4. ADAKAH MUNASABAH kita dihukum berdosa oleh Tuhan @ Kristus akibat sebiji buah larangan tetapi kita dimuliakan dan diampun oleh Tuhan kerana membunuh-Nya?

5. ADAKAH MUNASABAH kita dihukum berdosa apabila melanggar perintah Tuhan @ Kristus tetapi kita dimuliakan dan diampun oleh Tuhan @ Kristus apabila kita membunuh-Nya?

Apakah sebenarnya erti dosa?
Apakah sebenarnya erti kemuliaan?

6. ADAKAH MUNASABAH memakan buah larangan merupakan ibu segala dosa tetapi membunuh Tuhan @ Kristus merupakan ibu segala pahala?

Kenapa orang-orang Kristian masih melakukan maksiat?

7. ADAKAH MUNASABAH pembuat hukum iaitu Tuhan @ Kristus terpaksa menjalani hukuman bunuh keatas diri-Nya sendiri bagi pihak makhluk-Nya yang bersalah melanggar hukuman-Nya?

Apalah ertinya hukum-hakam sekiranya ia tidak boleh menghukum pesalahnya?
Apalah ertinya hukum-hakam sekiranya hanya pembuat hukum itu sendiri yang akan menjalani hukuman?
Inikah ertinya keadilan Tuhan? Inikah ertinya kebijaksanaan Tuhan?
Tuhan jenis apakah sehingga boleh dibunuh hingga mati?
Siapakah yang mengambil nyawa Tuhan @ Kristus?
Siapakah yang memerintah alam semesta ini ketika Kristus @ Tuhan mati?

8. ADAKAH MUNASABAH Kristus @ Tuhan yang kononnya telah dijadikan persembahan korban penebusan dosa manusia masih hidup dan wujud lagi?

Benarkah Kristus @ Tuhan mati di tiang salib?
Apakah ertinya sebuah korban jika persembahannya masih hidup?
Siapakah yang menghidupkan kembali Kristus @ Tuhan daripada mati?
Tuhan jenis apakah yang bergantung hidup kepada nyawa?
Kalau Kristus @ Tuhan masih hidup maka sempurnakah persembahan korbannya?
Kalau Kristus @ Tuhan masih hidup maka adakah korbannya ditolak dan kita masih berdosa?

9. ADAKAH MUNASABAH Tuhan @ Kristus menjadi perantara diantara manusia dengan diri-Nya sendiri yang juga Tuhan @ Kristus?

Bagaimanakah Tuhan @ Kristus menjadi perantara diantara manusia dengan diri-Nya sendiri?

10. ADAKAH MUNASABAH Kristus @ Tuhan duduk di sebelah tangan kanan diri-Nya sendiri yang juga Tuhan @ Kristus?

Bagaimanakah Kristus @ Tuhan duduk di sebelah tangan kanannya sendiri?

11. ADAKAH MUNASABAH dosa boleh diwarisi?

Bagaimanakah dosa diwarisi?

12. ADAKAH MUNASABAH Kristus @ Tuhan mengambil masa beribu tahun untuk mengampun dosa manusia?

Bagaimana dengan dosa orang-orang yang mati sebelum Kristus @ Tuhan dikorbankan?

Kenapa Kristus @ Tuhan tidak menyerah diri untuk dikorbankan segera dari saat dia mula-mula menjelma?

Kenapa Tuhan @ Kristus tidak berkuasa mengampun begitu sahaja?
Betulkah Tuhan @ Kristus memerlukan korban Kristus @ Tuhan sebagai tebusan dosa kita?

13. ADAKAH MUNASABAH Kristus @ Tuhan yang kononnya tidak dapat menyelamatkan diri-Nya di tiang salib dapat menyelamatkan kita?

14. ADAKAH MUNASABAH Tuhan menghukum orang yang tidak berdosa untuk menanggung dosa orang lain sehingga menemui ajalnya?

Inikah ertinya keadilan Tuhan?
Inikah ertinya kebijaksanaan Tuhan?
Inikah ertinya kasih sayang Tuhan?

15. ADAKAH MUNASABAH Tuhan terpaksa menjelma sebagai Kristus untuk menjadi persembahan korban kepada diri-Nya sendiri ?

Inikah ertinya kebijaksanaan Tuhan?
Benarkah Kristus itu Tuhan?
Bukankah pada hari ketujuh Tuhan beristirehat?

16. ADAKAH MUNASABAH Tuhan @ Kristus melantik dari kalangan orang-orang yang berdosa sebagai Nabi-Nabi-Nya dizaman sebelum penjelmaan-Nya sebagai Kristus?

17. ADAKAH MUNASABAH Tuhan @ Kristus mengurniakan Kitab-Kitab suci Zabur dan Taurat kepada orang-orang yang berdosa di zaman sebelum penjelmaan-Nya sebagai Kristus?

18. ADAKAH MUNASABAH Kristus @ Tuhan melantik dua belas orang yang berdosa sebagai pengikut peribadi-Nya sebelum beliau tebus dosa mereka?

19. ADAKAH MUNASABAH Kristus @ Tuhan mengutuk Judas Iskariot sebagai pembelot dan pengkhianat sekiranya kerja Kristus @ Tuhan benar-benar khusus untuk menjadi korban penebusan dosa manusia?

Benarkah kerja Kristus @ Tuhan khusus untuk menjadi korban penebusan dosa manusia?
Wujudkah agama Kristian jika Judas Iskariot tidak memangkin penebusan dosa manusia?

20. ADAKAH MUNASABAH Tuhan itu tiga di dalam satu?

Tuhan mana satukah yang mati di tiang salib?
Kenapa ketiga-tiga oknum Tuhan tidak mati bersama-sama di tiang salib?
Kenapa Tuhan tidak dua atau empat atau lima atau sepuluh di dalam satu?
Tuhan mana satukah yang disembah oleh orang-orang Kristian hari ini?

21. ADAKAH MUNASABAH manusia diminta bertaubat daripada dosa sedangkan Kristus @ Tuhan telah pun menebus semua dosa manusia?

Apakah ertinya taubat jika dosa sudah terampun?
Apakah ertinya pengampunan jika manusia masih dianggap berdosa?
Apakah dosa manusia masih belum lagi dihapus dan diampunkan oleh Tuhan di tiang salib?

22. ADAKAH MUNASABAH bayi dan kanak-kanak mempunyai dosa?
Bagaimanakah bayi dan kanak-kanak berupaya melanggar perintah Kristus @ Tuhan?
Adakah bayi dan kanak-kanak hidup dan mati dalam keadaan berdosa?

Bukankah semua dosa manusia sudah ditebus oleh Kristus @ Tuhan?
Apakah pengampunan tidak boleh diwarisi sedangkan dosa boleh diwarisi?

Inikah ertinya kasih sayang Tuhan?

23. ADAKAH MUNASABAH semua dosa orang-orang yang dikatakan zalim saperti Firaun, Kaisar, Namrud dan Judas Iskariot terhapus dan terampun sekaligus oleh Kristus @ Tuhan di tiang salib?

24. ADAKAH MUNASABAH manusia perlu dibabtiskan dengan air dan roh sebagai penyucian daripada dosa untuk kehidupan yang baru sedangkan telahpun menebus dosa manusia?
Apakah dosa manusia masih belum lagi dihapus dan diampunkan oleh Tuhan di tiang salib?

25. ADAKAH MUNASABAH Yesus dibaptiskan sedangkan beliau tidak mempunyai dosa dan ketika itu beliau belum lagi menebus dosa di tiang salib?
Betulkah Kristus @ Tuhan tidak mempunyai dosa?

02 Oct

Gerakan Kristianisasi di Malaysia

Kategori: Umum

Tera Tak Adamar & Mohd Elfie Nieshaem Juferi

Kalimah kesyukuran diucapkan ke hadrat Ilahi kerana dengan limpah nikmat yang dikurniakan-Nya serta dengan taufik dan hidayah-Nya, kita masih mengecapi kemanisan iman sehingga ke hari ini. Nikmat Iman dan Islam inilah yang telah dianugerahkan oleh Yang Maha Esa bersama kemegahan yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa’ taala.

Sejarah telah mencatatkan bahawa kemegahan dan keagungan Islam mula dicarikkan sedikit demi sedikit bersama runtuhnya Daulah Islamiah Uthmaniyyah pada tahun 1942. Daulah yang diamanahkan untuk menjaga hak asasi manusia telah hancur lebur. Malah hari ini kita menyaksikan akidah yang menjadi benteng kekuatan umat Islam juga mula diruntuhkan setelah 74 tahun runtuhnya ad-Daulah al-Islamiah.

Mutakhir ini gejala murtad mula menyerang orang-orang Islam di Malaysia. Apa yang menyedihkan ialah kebanyakan yang terlibat ialah anak-anak yang kurang berpendidikan agama, walaupun tidak dinafikan sesetengah daripada mereka telah dibekalkan secangkiran ilmu agama, tetapi ia terlalu nipis untuk menjadi benteng serangan murtad. Setakat pemerhatian penulis, antara agama yang menjadi pilihan untuk dianuti oleh orang Melayu (murtad kepada agama lain) ialah Kristian, Hindu dan Buddha, di mana agama Kristian yang merupakan agama paling aktif berbanding dengan agama lain kerana ia melibatkan gerakan tersusun oleh misionaris antarabangsa, manakala mereka yang murtad kepada agama Hindu dan Buddha hanya melalui proses perkahwinan dan percintaan secara rambang. Gerakan Kristianisasi di Malaysia inilah yang merupakan fokus perbincangan artikel ini, Insya’ Allah.

Sejarah telah menujukkan proses Kristianisasi ini telah mula bertapak di Tanah Melayu semenjak penjajahan Portugis 1511 Masehi lagi. Sekiranya kita melihat Kota Melaka kita akan dapati di sana terdapat banyak gereja-gereja yang dicat warna merah. Itulah tempat batu asas agama Kristian di Malaysia. Di dalam Kota Melaka terdapat satu kubur mendiang ketua paderi Melaka berdiri megah dalam A Famosa. Walau bagaimanapun proses Kristianisasi di Tanah Melayu kurang berjaya sehinggalah Malaya mencapai kemerdekaannya pada tahun 1957 Masehi.

Baca seterusnya…

02 Oct

Kisah Kelahiran Al-Masih Di Dalam Surah Maryam

Kehamilan Maryam

Allah s.w.t. telah mengutuskan Malaikat Jibril untuk memberi khabar gembira kepada Maryam bahawa beliau akan melahirkan seorang anak lelaki. Kisah tersebut telah dipaparkan di dalam Surah Maryam melalui uslub dialog di antara Maryam dan Jibril.

Firman Allah s.w.t.:

“Jibril berkata: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberitahu kepadamu tentang seorang anak lelaki yang suci.'”(Surah Maryam:19)

Maryam yang merupakan seorang wanita yang solehah merasa hairan dan kebingungan, mengapa dengan tiba-tiba dia dikhabarkan oleh Jibril akan kelahiran seorang anak lelaki? Bagaimanakah perkara ini harus berlaku? Sedangkan dia tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun, apatah lagi untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji yang lain? Lalu Maryam brtanya bagi memecahkan kebuntuan yang berada dalam fikirannya:

“Maryam berkata: ‘Bagaimana aku dapat melahirkan seorang anak lelaki sedangkan tidak pernah seorang manusiapun menyentuh aku dan aku bukannya seorang pezina'” (Surah Maryam; 20)

Lalu Jibril menjawab bagi merungkaikan ikatan keserabutan yang menyala-nyala di dalam kepala Maryam dan sekaligus menjadikan Maryam sebagai manusia pilihan yang mendapat rahmat:

“Jibril berkata: ‘Demikianlah Tuhanmu berfirman: Perkara tersebut amatlah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami jadikan suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat daripada Kami dan hal itu adalah suatu perkara yang telah diputuskan.” (Surah Maryam: 21)

Kelahiran ‘Isa a.s.

Kejadian Nabi ‘Isa a.s. adalah berbeza dengan kejadian segala manusia yang ada di atas dunia. Dia dilahirkan tanpa bapa dan oleh kerana proses kejadiannya lain daripada manusia yang lain, sudah tentu proses kematiannya juga adalah lain daripada manusia yang lain.

Firman Allah s.w.t.:

“Maka (Maryam) merasa sakit untuk melahirkan anak memaksa ia bersandar pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai! Alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi barang yang tidak bererti lagi dilupakan’.” (Surah Maryam: 23)

Maryam merasa sakit yang amat sangat ketika hendak melahirkan Isa a.s. sehingga dia merasakan lebih baik mati sahaja daripada menanggung derita melahirkan kandungan tersebut tetapi keresahan itu telah ditenteramkan oleh Jibril a.s. yang menyeru dari jauh.

Firman Allah s.w.t.:

“Maka Jibril menyeru ke arahnya dari tempat yang rendah: ‘Jangan kamu bermuram durja, sesungguhnya Tuhanmu menjadikan anak sungai di bawahmu dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, nescaya pohon tersebut akan menggugurkan buah yang mekar kepadamu.” (Surah Maryam:24-25)

Suatu hakikat yang telah disempurnakan! Kalau diikutkan kepada logik akal, tidak mungkin sekali buah kurma yang mekar seperti ayat di atas sebagai “ruthab” boleh gugur dengan digoncang, sedangkan kalau dibiar buahnya masak ranum pun ia tidak akan gugur. Ini adalah suatu hikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada Maryam dan mengikut pakar perubatan, buah kurma yang mekar boleh memudahkan si ibu melahirkan anak dengan baik.

Dan di dalam sepotong ayat yang lain pula, Allah s.w.t. telah berfirman:

“Maka makan dan minumlah serta bersenang hatilah kamu, jika kamu melihat seorang manusia maka katakanlah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.” (Surah Maryam: 26)

Untuk mengelakkan diri daripada difitnah oleh kaumnya, Allah s.w.t. telah memerintahkan kepada Maryam supaya bernazar dengan melakukan ibadat puasa dan tidak bercakap-cakap dengan sesiapa pun pada hari tersebut.

‘Isa a.s. Mempertahankan Kehormatan Ibunya

Apabila Nabi Allah ‘Isa a.s. dilahirkan oleh ibunya Maryam, kelahirannya itu telah mencetuskan reaksi yang kontroversi di kalangan kaumnya. Pelbagai andaian dan spekulasi yng dilemparkan kepada Maryam sehingga di kalangan kaumnya ada yang tergamak menuduh beliau melakukan perbuatan zina sehingga melahirkan anak, tetapi dengan tegas Maryam menafikannya.

“Maka Maryam menunjukkan kepada si anaknya itu, kaumnya berkata:’bagaimana kamu boleh berbicara dengan anak yang masih di dalam buaian'” (Surah Maryam: 29)

Dengan izin Allah s.w.t., ‘Isa a.s. dapat berkata-kata dan bercakap-cakap dengan kaumnya, sekaligus menolak fitnah yang dilontarkan kepada ibunya dan di samping itu, secara tidak langsung ‘Isa a.s. walaupun masih di dalam buaian sempat berdakwah kepada kaumnya menyeru mereka kepada Allah, Tuhan yang Maha Satu:

“Berkata ‘Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana sahaja aku berada. Dia memerintahkan kepadaku mendirikan solat dan menunaikan zakat selama aku hidup.'” (Surah Maryam: 30-31)

Jelas dan terang ungkapan mulut Nabi ‘Isa a.s. walaupun masih bayi dan sekaligus menolak dakwaan kaumnya yang menuduh ibunya yang suci itu melakukan perbuatan yang terkutuk.

Kesimpulan

Nabi ‘Isa a.s. serta ibunya Maryam adalah makhluk Allah s.w.t. yang terpilih, mereka tidak sekali-kali akan mengakui diri mereka sebagai Tuhan disebabkan nikmat yang diberikan kepada mereka, terutamanya Nabi ‘Isa a.s. Dakwaan bahawa Nabi ‘Isa itu adalah jelmaan Allah s.w.t. hanyalah cerita karut dan pembohongan semata-mata. ‘Isa a.s. sendiri menyatakan di dalam Yohanes, fasal 17, ayat 3, bahawa

“Inilah hidup yang kekal, iaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

25 Sep