Kesaksian Abraham David Mandey memeluk Islam
(Abraham David Mandey = Ahmad Dzulkiffi Mandey)
Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.
Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.
Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin “Sapta Marga”-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.
Meskipun dipersiapkan sebagai perwira pada bagian pembinaan mental, tetapi dalam beberapa operasi tempur saya selalu dilibatkan. Pada saat-saat operasi pembersihan G-30S/PKI di Jakarta, saya ikut bergabung dalam komando yang dipimpin Kol. Sarwo Edhie Wibowo (almarhum).
Setelah situasinegara pulih yang ditandai dengan lahirnya Orde Baru tahun 1966, oleh kesatuan saya ditugaskan belajar ke STT (Sekolah Tinggi Teologi) milik gereja Katolik yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Di STI ini, selama 5 tahun (1966-1972) saya belajar, mendalami, mengkaji, dan diskusi tentang berbagai hal yang diperlukan sebagai seorang pendeta. Di samping belajar sejarah dan filsafat agama Kristen. STT juga memberikan kajian tentang sejarah dan filsafat agama-agama di dumia, termasuk studi tentang Islam.
Menjadi Pendeta.
Sambil tetap aktif d TNI-AD, oleh Gereja Protestan Indonesia saya ditugaskan menjadi Pendeta II di Gereja P***** (edited) di Jakarta Pusat, bertetangga dengan Masjid Sunda Kelapa. Di gereja inilah, selama kurang lebih 12 tahun (1972-1984) saya memimpin sekitar 8000 jemaat yang hampir 80 persen adalah kaum intelektual atau masyarakat elit.
Di Gereja P***** (edited) ini, saya tumpahkan seluruh pengabdian untuk pelayanan firman Tuhan. Tugas saya sebagai Pendeta II, selama memberikan khutbah, menyantuni jemaat yang perlu bantuan atau mendapat musibah, juga menikahkan pasangan muda-mudi yang akan berumah tangga.
Kendati sebagai pendeta, saya juga anggota ABRI yang harus selalu siap ditugaskan di mana saja di wilayah Nusantara. Sebagai perwira ABRI saya sering bertugas ke seluruh pelosok tanah air Bahkan, ke luar negeri dalam rangka tugas belajar dari markas, seperti mengikuti kursus staf Royal Netherland Armed Forces di Negeri Belanda. Kemudian, pada tahun 1969 saya ditugaskan untuk mengikuti Orientasi Pendidikan Negara-negara Berkembang yang disponsoni oleh UNESCO di Paris, Prancis.
Dilema Rumah Tangga
Kesibukkan saya sebagai anggota ABRI ditambah tugas tugas gereja, membuat saya sibuk luar biasa. Sebagaipendeta, saya lebih banyak memberikan perhatian kepada jemaat. Sementara,kepentingan pribadi dan keluarga nyaris tergeser. Istri saya, yang putri mantan Duta Besar RI di salah satu negara Eropa, sering mengeluh dan menuntut agar saya memberikan perhatian yang lebih banyak buat rumah tangga.
Tetapi yang namanya wanita, umumnya lebih banyak berbicara atas dasar perasaan. Karena melihat kesibukan saya yang tidak juga berkurang, ia bahkan meminta agar saya mengundurkan diri dan tugas-tugas gereja, dengan alasan supaya lebih banyak waktu untuk keluarga. Tenth saja saya tidak dapat menerima usulannya itu. Sebagai seorang “Pelayan Firman Tuhan” saya telah bersumpah bahwa kepentingan umat di atas segalanya.
Problem keluarga yang terjadi sekitar tahun 1980 ini kian memanas, sehingga bak api dalam sekam. Kehidupan rumah tangga saya, tidak lagi harmonis. Masalah-masalah yang kecil dan sepele dapat memicu pertengkaran. Tidak ada lagi kedamaian di rumah. Saya sangat mengkhawatirkan Angelique, putri saya satu-satunya. Saya khawatir perkembangan jiwanya akan terganggu dengan masalah yang ditimbulkan kedua orang tuanya. Oleh karenanya, saya bertekad harus merangkul anak saya itu agar ia mau mengerti dengan posisi ayahnya sebagai pendeta yang bertugas melayani umat. Syukur, ia mau mengerti. Hanya Angeliquelah satu-satunya orang di rumah yang menyambut hangat setiap kepulangan saya.
Dalam kesunyian malam saat bebas dan tugas-tugas gereja, saya sering merenungkan kehidupan ramah tangga saya sendiri. Saya sering berpikir, buat apa saya menjadi pendeta kalau tidak mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan buat rumah tangganya sendiri. Saya sering memberikan khutbah pada setiap kebaktian dan menekankan hendaknya setiap umat Kristen mampu memberikan kasih kepada sesama umat manusia. Lalu, bagaimana dengan saya?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semakin membuat batin saya resah. Saya mencoba untuk memperbaiki keadaan. Tetapi, semuanya sudah terlambat. Istri saya bahkan terang terangan tidak mendukung tugas-tugas saya sebagai pendeta. Saya benar-benar dilecehkan. Saya sudah sampal pada kesimpulan bahwa antara kami berdua sudah tidak sejalan lagi.
Lalu, untuk apa mempertahankan rumah tangga yang sudah tidak saling sejalan? Ketika niat saya untuk “melepas” istri, saya sampaikan kepada sahabat-sahabat dekat saya sesama pendeta, mereka umumnya menyarankan agar saya bertindak lebih bijak. Mereka mengingatkan saya, bagaimana mungkin seorang pendeta yang sering menikahkan seseorang, tetapi ia sendiri justru menceraikan istrinya? Bagaimana dengan citra pendeta di mata umat? Begitu mereka mengingatkan.
Apa yang mereka katakan semuanya benar. Tetapi, saya sudah tidak mampu lagi mempertahankan bahtera rumah tangga. Bagi saya yang terpenting saat itu bukan lagi persoalan menjaga citra pendeta. Tetapi, bagaimana agar batin saya dapat damai. Singkatnya, dengan berat hati saya terpaksa menceraikan istri saya. Dan, Angelique, putri saya satu-satunya memilih ikut bersama saya.
Mencari Kedamaian
Setelah kejadian itu, saya menjadi lebih banyak melakukan introspeksi. Saya menjadi lebih banyak membaca literatur tentang filsafat dan agama. Termasuk kajian tentang filsafat Islam, menjadi bahan yang paling saya sukai. Juga mengkaji pemikiran beberapa tokoh Islam yang banyak dilansir media massa.
Salah satunya tentang komentar K.H. E.Z. Muttaqin (almarhum) terhadap krisis perang saudara di Timur Tengah, seperti diYerusalem dan Libanon. Waktu itu (tahun 1983), K.H.E.Z. Muttaqin mempertanyakan dalam khutbah Idul Fitrinya, mengapa Timur Tengah selalu menjadi ajang mesiu dan amarah, padahal di tempat itu diturunkan para nabi yang membawa agama wahyu dengan pesan kedamaian?
Saya begitu tersentuh dengan ungkapan puitis kiai dan Jawa Barat itu. Sehingga, dalam salah satu khutbah saya di gereja, khutbah Idul Fitni K.H. E.Z. Muttaqin itu saya sampaikan kepada para jemaat kebaktian. Saya merasakan ada kekagetan di mata para jemaat. Saya maklum mereka terkejut karena baru pertama kali mereka mendengar khutbah dari seorang pendeta dengan menggunakan referensi seorang kiai Tetapi, bagi saya itu penting, karena pesan perdamaian yang disampaikan beliau amat manusiawi dan universal.
Sejak khutbah yang kontroversial itu, saya banyak mendapat sorotan. Secara selentingan saya pemah mendengar “Pendeta Mandey telah miring.” Maksudnya, saya dinilai telah memihak kepada salah satu pihak. Tetapi, saya tidak peduli karena yang saya sampaikan adalah nilai-nilai kebenaran.
Kekaguman saya pada konsep perdamaian Islam yank diangkat oleh KH. E.Z. Muttaqin, semakin menarik saya lebih kuat untuk mendalami konsepsi-konsepsi Islam lainnya. Saya ibarat membuka pintu, lalu masuk ke dalamnya, dan setelah masuk, saya ingin masuk lagi ke pintu yang lebih dalam. Begitulah perumpamaannya. Saya semakin “terseret” untuk mendalami, konsepsi Islam tentang ketuhanan dan peribadahan
Saya begitu tertarik dengan konsepsi ketuhanan Islam yang disebut “tauhid”. Konsep itu begitu sederhana, lugas, dan tuntas dalam menjelaskan eksistensi Tuhan yang oleh orang Islam disebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga, orang yang paling awam sekalipun akan mampu mencemanya. Berbeda dengan konsepsi ketuhanan Kristen yang disebut Trinitas. Konsepsi ini begitu rumit, sehingga diperlukan argumentasi ilmiah untuk memahaminya.
Akan halnya konsepsi peribadatan Islam yang disebut syariat, saya melihatnya begitu teratur dan sistematis. Saya berpikir seandainya sistemper ibadatan yang seperti ini benar benar diterapkan, maka dunia yang sedang kacau ini akan mampu di selamatkan.
Pada tahun 1982 itulah saya benar-benar mencoba mendekati Islam. Selama satu setengah tahun saya melakukar konsultasi dengan K.H. Kosim Nurzeha yang juga aktif di Bintal (Pembinaan Mental) TNI-AD. Saya memang tidak ingin gegabah dan tergesa-gesa, karena di samping saya seorang pendeta, saya juga seorang perwira Bintal Kristen dilingkungan TNI-AD. Saya sudah dapat menduga apa yang akan terjadi seandainya saya masuk Islam.
Tetapi, suara batin saya yang sedang mencari kebenaran dan kedamaian tidak dapat diajak berlama-lama dalam kebimbangan. Batin saya mendesak kuat agar saya segera meraih kebenaran yang sudah saya temukan itu.
Oh, ya, di samping Pak Kosim Nurzeha, saya juga sering berkonsultasi dengan kolega saya di TNI-AD. Yaitu, Dra. Nasikhah M., seorang perwira Kowad (Korps.Wanita Angkatan Darat) yang bertugas pada BAIS (Badan Intelijen dan Strategi) ABRI.
Ia seorang muslimah lulusan UGM (Universilas Gajah Mada) Yogyakarta, jurusan filsafat. Kepadanya saya sering berkonsultasi tentang masalah-masalah pribadi dan keluarga. Ia sering memberi saya buku-buku bacaan tentang pembinaan pribadi dan keluarga dalam Islam. Saya seperti menemukan pegangan dalam kegundahan sebagai duda yang gagal dalam membina rumah tangganya.
Akhirnya, saya semakin yakin akan hikmah dibalik drama rumah tangga saya. Saya yakin bahwa dengari jalan itu, Tuhan ingin membimbing saya ke jalan yang lurus dan benar. Saya bertekad, apa pun yang terjadi saya tidak akan melepas kebenaran yang telah saya raih ini.
Akhimya, dengan kepasrahan yang total kepada Tuhan, pada tanggal 4 Mei 1984 saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dengan bimbingan Bapak K.H. Kosim Nurzeha dan saksi Drs. Farouq Nasution di Masjid Istiqial. Allahu Akbar. Hari itu adalah hari yang amat bersejarah dalam hidup saya. Han saat saya menemukan diri saya yang sejati.
Menghadapi Teror
Berita tentang keislaman saya ternyata amat mengejutkan kalangan gereja, termasuk di tempat kerja saya di TNI-AD. Wajar, karena saya adalah Kepala Bintal (Pembinaan Mental)Kristen TNI-AD dan di gereja, saya adalah pentolan.
Sejak itu saya mulai memasuki pengalaman baru, yaitu menghadapi tenor dan berbagai pihak. Telepon yang bernada ancaman terus berdening. Bahkan, ada sekelompok pemuda gereja di Tanjung Priok yang bertekad menghabisi nyawa saya, karena dianggapnya telah murtad dan mempermalukan gereja.
Akan halnya saya, di samping menghadapi teror, juga menghadapi persoalan yang menyangkut tugas saya di TNI AD. DGI (Dewan Gereja Indonesia), bahkan menginim surat ke Bintal TNT-AD, meminta agar saya dipecat dan kedinasan dijajaran ABRl dan agar saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya itu di hadapan majelis gereja.
Saya tidak penlu menjelaskan secara detail bagaimana proses selanjutnya, karena itu menyangkut rahasia Mabes ABRI. Yang jelas setelah itu, saya menerima surat ucapan tenima kasih atas tugas-tugas saya kepada negara, sekaligus pembebastugasan dan jabatan saya di jajaran TNT-AD dengan pangkat akhir Mayor.
Tidak ada yang dapat saya ucapkan, kecuali tawakal dan ménerima dengan ikhlas semua yang tenjadi pada diri saya. Saya yakin ini ujian iman.
Saya yang terlahir dengan nama Abraham David Mandey, setelah muslim menjadi Ahmad Dzulkiffi Mandey, mengalami ujian hidup yang cukup berat. Alhamdulillah, berkat kegigihan saya, akhirnya saya diterima bekerja di sebuab perusahaan swasta. Sedikit demi sedikit kanin saya terus menanjak. Setelah itu, beberapa kali saya pindah kerja dan menempati posisi yang cukup penting. Saya pennah menjadi Manajer Divisi Utama FT Putera Dharma. Pernah menjadi Personel/General Affairs Manager Hotel Horison, tahun 1986-1989, Dan, sejak tahun 1990 sampai sekarang saya bekerja di sebuah bank terama di Jakarta sebagai Safety & Security Coordinator.
Kini, keadaan saya sudah relatif baik, dan saya sudah meraih semua kebahagiaan yang selama sekian tahun saya rindukan. Saya sudah tidak lagi sendiri, sebab Dra. Nasikhah M, perwira Kowad itu, kini menjadi pendamping saya yang setia, insya Allah selama hayat masih di kandung badan. Saya menikahinya tahun 1986. Dan, dan perikahan itu telah lahir seorarig gadis kedil yang manis dan lucu, namariya Achnasya. Sementara, Angelique, putri saya dari istri pertama, sampai hari ini tetap ikut bersama saya, meskipun ia masih tetap sebagai penganut Protestan yang taat.
Kebahagiaan saya semakin bertambah lengkap, tatkala saya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama istri tercinta pada tahun 1989.
Artikel berkaitan
Kisah Kelahiran Al-Masih Di Dalam Surah Maryam
Rahmat Islam untuk Rahmat Purnomo
Jangan Diperbodohkan Oleh Propaganda
Islam makin bersinar di Eropah
yah untuk teman2 yan beragama kristiani wajar dong situs ini isinya menghasut agama lain (terutama kristiani) karena ini kan situs buat mereka yang agamanya muslim aja, so gak usah terbujuk oleh apapun, karena Pada akhir jaman Yesus lah (ISA) yang akan datang untuk menghakimi, klo gak percaya cari aja ayatnya di al-quran (bagi yang bisa baca alquran/klo gak ya kelaut aja),saya jamin pasti ada, klo gak ada berarti boong, ato perlu saya kasih tunjuk ayatnya????
tunjuk saja..gk usah terlalu banyak bicara…saya tunggu
untuk temen-temen yang beragama kristiani, mari kita tetap menjalin kasih dengan siapapun dan apapun agamanya dan apapun perlakuan yang kita terima..salam damai untuk semuaaaa (moslem, christian, and all)
tentu saja kesaksian pak mandey ini sangat memukul dunia kristen di indonesia,sangat berbobot dan faktual, dibanding yusuf roni yang terbukti penipu besar dan ngawur itu
inilah kebenaran, kebenaran dari tuhanmu……..!
sebelum ajal menjemput kita mari kita ucapkan 2 kalimah syahadat………….
tiada Tuhan selain alloh & nabi muhammad adalah Utusan-NYA
di indonesia ini saya lebih banyak mendengar teror yang dilancarkan kepada pemeluk islam yang masuk kristen daripada sebaliknya. ya mungkin ini berita baru buat saya.
tidak ada agama selengkap dan perinci seperti agama islam……..buktikan sendiri.
hai….
hiduplah yang rukun saling mencintai
semua agama memiliki kitab sendiri-sendiri. Tuhan hanya satu namun memiliki beberapa sebutan. Tuhan hanya satu namun mampu mengendalikan semua alam semesta. Jadi percayalah apa yang kamu percayai tanpa harus membuat orang lain tidak nyaman. Uruslah dirimu sendiri, bersihkanlah dirimu sendiri dari kotoran setelah itu kamu boleh membersihkan kotoran yang ada di keluargamu jika sudah mampu maka bersihkanlah kotoran yang ada pada saudara-saudaramu baik dari bapak, ibu, mertua dan sebagainya yang masih memiliki hubungan dengan kamu. JIka kamu sudah mampu barulah kamu boleh membersihkan kotoran yang ada pada tetangga dekatmu setelah itu bersihkanlah kotoran yang ada pada tetangga jauhmu kemudian barulah kamu membersihkan kotoran pada teman-temanmu. Jika itu sudah kamu lakukan kamu bisa membersihkan kotoran pada orang-orang yang hidup dikotamu, jika kamu sudah membersihkan itu semua kamu boleh membersihkan kotoran pada orang-orang yang hidup satu pulau dengan kamu. JIka sudah mampu bersihkanlah kotoran pada orang-orang yang hidup satu negara dengan kamu. dan seterusnya.
Itulah cara hidup yang benar, menurut aku. Berkacalah pada dirimu sendiri, lihatlah hati nuramimu sendiri. Maka kamu akan bisa hidup harmony dengan orang lain, apapun agama orang itu, apapun suku orang itu, apapun kebangsaaan orang itu.
Kamu adalah manusia, yang memiliki pikiran, kamu bukan binatang yang memiliki insting.
untuk saudara brigitz, hanya yesus yang akan menghakimi. betul. kenapa? bisa anda berfikir kenapa?
1.karena ajaran nabi muhammad telah berada pada jalannya, tidak seperti kristen yang mengkhianati nabinya.
2. karena jika yang datang di akhir jaman adalah nabi muhammad, kalian ummat kristen tentu tidak akan percaya dengan bantahannya, hanya dengan mendatangkan “tuhan” kalian maka kalian akan tersadar dan tertunduk malu karena kesombongannya.
Salam bagi mereka yang mengikuti petunjuk
Kenapa banyak orang yang tenggelam dalam kesesatan ?. Ketahuilah sahabat-sahabatku bahwa segala terbitnya bentuk kesesatan itu karena lemahnya bashirah/cara pandang dan sedikitnya ilmu. Apakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu ?. Tentu fakta menjawab tidak sama. Jika ada yang mempunyai jawaban yang berbeda, maka ia salah satu dari orang-orang yang tersesat.
Menanggapi perihal tentang komentar saudara brigitz. Apakah saudara tahu dasarnya yang shahih/benar tentang kedatangan Yesus { Nabi Isa ‘Alaihi Sallam } ?. Tahu ataupun belum tahu tetap saya berusaha ingin menjelaskan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum., katanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda : “Demi Allah yang jiwaku ditangan -Nya, sesungguhnya telah dekat masa ‘Isa anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak, dan kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang pun lagi yang bersedia menerima pemberian.”{ HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa }. Wallahu ‘Alam. Salah satu keunggulan Islam dari sekian banyaknya keunggulan Islam diantara agama-agama yang lain adalah Al-Qur’an Al-Kariim yang tetap terjaga keasliannya { bahasanya } dari dulu hingga saat ini dan sampai yang akan datang serta tidak ada pertentangan didalamnya. Maha Benar Allah dari segala Firman-Nya.
Jazakumullahu Khairan
brigitz, saran gw lebih baik elu pelajari dan ikuti dulu ajaran Yesus, seperti dilarang makan daging babi, sunat/khitan, masuk rumah ibadah dengan membuka alas kak/sepatu dan bersuci dengan air dll. gw kuatir elu malah belon pernah tau/ngebaca perintah Yesus tsb…kl udah baca, knp umat kalian gk ngejalanin ajarannya???malah sibuk putar balikin fakta agama kami…haha!!!!
satu pesan gw, jgn pernah potong2 ayat kitab kami sebagai bahan kristenisasi, basi tau…hanya orang bodoh dan asal terima yg pecaya sm upaya kalian…Pak David Mandey dan Bu Irene Handono ud ngebuktiin kl gkada sama sekali kesalahan/kemunafikan dalam kitab kami seperti kalian fitnahkan..
(brigitz
yah untuk teman2 yan beragama kristiani wajar dong situs ini isinya menghasut agama lain (terutama kristiani) karena ini kan situs buat mereka yang agamanya muslim aja, so gak usah terbujuk oleh apapun, karena Pada akhir jaman Yesus lah (ISA) yang akan datang untuk menghakimi, klo gak percaya cari aja ayatnya di al-quran (bagi yang bisa baca alquran/klo gak ya kelaut aja),saya jamin pasti ada, klo gak ada berarti boong, ato perlu saya kasih tunjuk ayatnya????)
Assalamualamanittabaul Huda (Keselamatanlah bagi siapa yang mengikuti petunjuk)
Untuk saudara Brigitz,,, Benar apa yang anda katakan bahwa Yesus (Nabi Isa Alaihisallam) akan turun ke dunia. Namun perkataan itu bukan di terdpat di Al-qur’an tp terdapat di dalam Hadist Nabi Muhammad Salallahualaihi Wasallam, dan tidak hanya sampai disitu bunyi hadist tersebut berikut saya sampaikan :
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, Demi Zat yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, sudah hampir putra Maryam (Isa Almasih) akan turun di lingkungan kamu sekalian dan menjadi seorang pemegang pemerintahan yang adil. Ia akan mematahkan palang salib, membunuh babi dan melenyapkan perpajakan. Saat itu harta melimpah ruah, sehingga tidak seorang pun yang suka menerimanya, sampai-sampai sekali bersujud menjadi lebih baik daripada dunia dan seisinya ini. (H.R. Abu Hurairah)
Berikut Penjelasan Hadist di Atas :
a. Pemerintahan di zaman Nabi Isa a.s. nanti ialah dengan menggunakan hukum syariat Islam dan ini akan dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan keadilan.
b. Palang salib semua akan dipatahkan. Ini mengandung pengertian bahwa Isa a.s. sendiri yang akan membuktikan kedustaan agama Kristen sebagaimana yang kita maklumi peraturan-peraturannya pada zaman sekarang ini dan sebagai penjelasan bahwa apa yang disangka oleh pemeluk agama tersebut tentang disalib atau dibunuhnya Isa a.s. adalah dusta semata-mata. Hal itu dibuat-buat oleh golongan kaum Nasrani sendiri.
c Perpajakan akan dihapuskan sebab baik yang asalnya sudah memeluk agama Islam atau yang sebelumnya tergolong ahli kitab, semuanya telah masuk agama Islam. Jadi lenyaplah peraturan pajak, sebab kaum Muslimin tidak dikenakan pajak oleh negara Islam.
d. Sebab kenapa harta melimpah ruah, ialah karena meratanya keadilan di saat itu, sehingga tidak seorang pun yang hidup dalam kekurangan, kemiskinan dan kesengsaraan.
Jadiiiii,, kalo ingin menunjukkan sesuatu jangan sembarangan (jangan asal tebak) harus jelas darimana sumbernya, dan kalo mengambil dalil jangan setengah-setengah.
kita semua anak tuhan jgn saling menghina dan meremehkan satu dengan yang lain……..semua orang dihadapan tuhan itu sama nggak ada yang lebih…………tuhan itu maha pengasih,,,,sayang, cinta kepada siapa saja…………….dan kita pun tetap bersyukur karena kita hidup dalam perbedaan……dan perbedaan itulah berkat bagi umat manusia untuk saling mengerti, mengasihi, memahami,mengisi satu dengan yang lain bukan dengan cara yang seperti diatas. God bless you
i am from east timor
DI SINI KOK ADANYA HANYA PERDEBATAN YA ???
NGGAK ADA KEDAMAIAN, ……
IBLIS SEMAKIN SENANG PASTINYA….
LEBIH BAIK KELUAR AJA DARI SITUS INI…
SEKALI LAGI NGGA DAMAIIII,,,,