close button

Hukum Ucapan “Merry Christmas” (Selamat Hari Natal)

Kategori: Islam,Umum

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan:

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

Bagaimana hukum mengucapkan Merry Christmas (Selamat Natal) kepada orang-orang Kafir? Bagaimana pula memberikan jawaban kepada mereka bila mereka mengucapkannya kepada kita? Apakah boleh pergi ke tempat-tempat pesta atau majlis yang mengadakan acara seperti ini? Apakah seseorang berdosa, bila melakukan sesuatu dari yang disebutkan tadi tanpa sengaja (maksud yang sebenarnya) namun dia melakukannya hanya untuk menghormati kawan, malu, perasaan atau sebab-sebab lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka di dalam hal itu?

Jawapan:

Mengucapkan Merry Christmas (Selamat Natal) atau perayaan keagamaan mereka lainnya kepada orang-orang kafir adalah haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama (ijma).

Hal ini sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya Ahkam Ahl adz-Dzimmah, beliau berkata, Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap Hari-Hari besar mereka dan puasa mereka, walau sekadar mengucapkan, Semoga Hari raya anda diberkati atau anda yang diberikan ucapan selamat berkenaan dengan perayaan hari besarnya itu dan semisalnya.

Perbuatan ini, kalaupun orang yang mengucapkannya dapat lari dari kekufuran, maka dia tidak akan lari dari melakukan hal-hal yang diharamkan. Ucapan semacam ini setara dengan ucapannya terhadap perbuatan sujud terhadap Salib bahkan lebih besar dari itu dosanya di sisi Allah. Dan amat dimurka lagi bila memberikan selamat atas minum-minum khamar, membunuh jiwa, melakukan perzinaan dan sebagainya. Banyak sekali orang yang tidak sedikitpun tersisa kadar keimanannya, yang terjatuh ke dalam hal itu sementara dia tidak sedar betapa buruk perbuatannya tersebut. Jadi, barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena melakukan suatu maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka bererti dia telah menghadapi Kemurkaan Allah dan Kemarahan-Nya.

Mengenai kenapa Ibn al-Qayyim sampai menyatakan bahawa mengucapkan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka haram dan posisinya demikian, kerana hal itu mengandungi persetujuan terhadap syiar-syiar kekufuran yang mereka lakukan dan meridhai hal itu dilakukan mereka sekalipun dirinya sendiri tidak rela terhadap kekufuran itu, akan tetapi adalah HARAM bagi seorang Muslim meridhai syiar-syiar kekufuran atau mengucapkan selamat kepada orang lain berkenaan dengannya karena Allah Taala tidak meridhai hal itu, sebagaimana dalam firman-Nya.

Ertinya: “Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.:” [Az-Zumar:7]

Ertinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku- cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu.” [Al-Ma`idah :3]

Jadi, mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengan hal itu adalah haram, baik mereka itu rakan-rakan sepejabat dengan kita seorang (Muslim) ataupun tidak.

Bila mereka mengucapkan selamat berkenaan dengan hari-hari besar mereka kepada kita, maka kita tidak boleh menjawabnya karena hari-hari besar itu bukanlah hari-hari besar kita. Juga keranana ia adalah hari besar yang tidak diridhai Allah Taala; baik disebabkan perbuatan mengada-ada ataupun disyariatkan di dalam agama mereka akan tetapi hal itu semua telah dihapus oleh Din-ul-Islam yang dengannya Nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi Wa Sallam diutus Allah kepada seluruh makhluk. Allah Taala berfirman.

Artinya : “Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi”. [Ali Imran:85]

Kerana itu, hukum bagi seorang Muslim yang memenuhi undangan mereka berkenaan dengan hal itu adalah HARAM kerana lebih besar dosanya berbanding mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengannya. Memenuhi undangan tersebut mengandung makna ‘ikut serta’ bersama mereka di dalamnya.

Demikian pula, haram hukumnya bagi kaum Muslimin menyerupai orang-orang Kafir, seperti mengadakan majlis atau pesta-pesta berkenaan dengan hari besar mereka tersebut, saling memberi hadiah, membagi-bagikan manisan, hidangan makanan dan semisalnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallhu ‘alaihi Wa Sallam,

Ertinya : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk sebahagian dari Mereka”. [Hadits Riwayat Abu Daud]

Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah berkata di dalam kitabnya Iqtidl` ash-Shirth al-Mustaqm, Mukhlafah Ashhb al-Jahm:

Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka akan menyebabkan timbulnya rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan, dan barangkali hal itu membuat mereka mencari-cari kesempatan (dalam kesempitan) dan menghinakan kaum lemah (iman). Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu dari hal itu, maka dia telah berdosa, baik melakukannya kerana berbasa-basi, ingin mendapatkan simpati, rasa malu atau sebab-sebab lainnya kerana ia termasuk bentuk peremehan (penghinaan) terhadap Dinullah dan merupakan sebab hati orang-orang kafir menjadi kuat dan bangga terhadap agama mereka.

Kepada Allah kita memohon agar memuliakan kaum Muslimin dengan Din mereka, menganugerahkan kemantapan hati dan memberikan pertolongan kepada mereka terhadap musuh-musuh mereka, sesungguh Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

[Disalin dari Majmu Fatwa Fadllah asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Jilid.III, h.44-46, No.403]

Incoming search terms:

  • Hukum mengucapkan selamat hari natal
  • merry christmas
  • selamat hari natal
  • ucapan merry christmas
  • Ucapan hari natal
  • hukum mengucapkan merry christmas
  • hukum ucap merry christmas
  • maksud merry christmas
  • hukum mengucapkan selamat natal
  • ucapan selamat hari natal
    18 Dec

    20 Ulasan untuk artikel “Hukum Ucapan “Merry Christmas” (Selamat Hari Natal)”

    1. becky Says:

      Tidak salah mengucapkan salam selagi diketahui apa kah maksudnya daripada mengucapkan salam dalam bahasa yang tidak difahami….

    2. darwis jansen Says:

      apakah guna dari salama salam itu

    3. ilyas Says:

      salam dalam islam yang lengkapnya assalaamu’alaikum (semoga keselamatan ada pada kalian) merupakan doa yang ringkas lagi mampu menjadikan hati kami (kaum muslimin) saling mencintai, itulah rahasianya.
      adapun selamat pagi dsb, tidak mengandung do’a.
      Dalam Islam, smua dibahas dengan ilmiah, bukan dengan hemat saya, menurut saya, tapi dengan firman Allah dan perkataan Nabi Nya “yang dipercaya” Muhammad ??? ???? ???? ????.
      Dan pintu memahaminya lewat ulama, karena mereka PARA PEWARIS NABI. Bukan dengan kita2 ini yang dangkal terhadap agama Islam.
      Adapun orang nashrani, terkurung oleh perkataan paus dan konco2nya, saya katakan demikian karena Injil telah diubah oleh mereka.
      Semoga Allah merahmati Asy-Syaikh Al-’Utsaimin, beliau seorang ulama saudi yang memiliki banyak karya ilmiah.
      Jenazah beliau diiringi oleh ribuan orang, mau lihat?
      minta saja melalui “Tinggalkan Ulasan Anda”

    4. A Nizami Says:

      “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

      “Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

      Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

      Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.

      Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa Syirik. Dan Syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?

      Syirik itu dosa terbesar. Jadi mengucapkan selamat kepada orang yang berbuat syirik, itu sama dosanya. Ini sama halnya dengan riba di mana sekedar jadi saksi saja sudah dosa. Apalagi sampai mengucapkan selamat atas perbuatan s…yirik tsb:

      Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

      “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]

      Kaum Nasrani memang tidak akan senang dengan ummat Islam hingga kita mengikuti mereka. Tapi hendaknya kita tetap lurus. Jika ada hal yang syubhat/samar di mana ada yang bilang haram dan yang lain bilang halal, hendaklah kita tinggalkan yang syubhat. Insya Allah akan selamat. Selain itu karena Nabi dan Sahabat tak pernah mengucapkan Selamat Natal kepada kaum Nasrani meski dulu kaum Nasrani sudah ada, maka mengucapkannya adalah Bid’ah. Dan Bid’ah itu adalah sesat (HR Muslim).

      Jadi marilah kita tetap lurus di jalan yang lurus dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

      Silahkan baca selengkapnya di sini:
      http://media-islam.or.id/2010/.....amat-natal

    5. Cinta damai Says:

      Jadi aneh baca artikel ini, tadi dijelaskan bahwa menurut kesepakatan para ulama haram hukumnya, saya jadi ingin bertanya, sebenarnya siapakah yang diberi hak memberi “label” sesuatu itu haram? Ulama ataukah Allah??
      Dan lagi kenapa agama Islam begitu mendiskriminasi keyakinan dan agama lain??kenapa tidak mengurus agamanya sendiri??sudahkah anda baik kepada sesama??? siapakah sesama menurut Islam??? hanya sesama muslim??ataukan sesama mahluk ciptaan Tuhan??? Jikalau Allah saja tidak membeda-bedakan manusia, kenapa Islam membeda-bedakannya??? Jikalau memang Islam agama Tuhan, tolong berikan bukti Tuhan Sholat dan bershalawat?? Jikalau Islam dibela Tuhan, mengapa masih membutuhkan organisasi masyarakat pembela Islam??? Jikalau Quran itu sempurna, kenapa dikatakan setiap mahluk berpasangan tapi Islam menggunakan Poligami, dan tidak tahukan Tuhan melalui Qurannya bahwa ada mahluk hidup bersel 1 yang tidak berpasangan melainkan hanya membelah diri??? Jikalau Islam benar, Kenapa Muhammad pendiri Islam mati diracun???tidakkah Allah menyelamatkan dia???? Jikalau Muhammad nabi Tuhan, kenapa tidak Tuhan sendiri yang mengangkat dia menjadi nabi melainkan melalui malaikat???sedangkan kita tahu semua nabi sebelum Muhammad diangkat langsung menjadi nabi oleh Allah tanpa perantara malaikat.
      Jikalau Islam sebagai penyempurna ajaran2 Allah sebelumnya, adakah firman Allah yang tidak sempurna sehingga harus disempurnakan lagi???
      Jikalau kitab suci agama lain banyak yang diubah-ubah, bisakah anda tunjukkan mana yang diubah???Jikalau meyakini bahwa Injil sudah diubah, kenapa masih mengatakan bahwa ramalan kedatangan Muhammad tertulis di Injil???tidakkah Injil sudah diubah2???
      Kenapa Islam begitu membenci perbedaan???adakah di antara kaum Muslim dapat menunjukkan kepada saya ayat Quran yang menunjukkan secara tegas dan jelas Muhammad (pendiri Islam) masuk surga??? Kenapa bukan Muhammad (nabi besar) yang menjadi penanda akhir jaman???kenapa harus ISa???

    6. Agus Nizami Says:

      Ummat Islam hanya boleh mendoakan agar kaum kafir dapat hidayah/petunjuk. Selain itu tidak. Ucapan selamat itu adalah doa agar Allah melimpahkan keselamatan. Dan kita tahu orang2 kafir (jika tak dapat hidayah) tidak selamat. Tapi disiksa di neraka.

      Saat Natal, mereka merayakan kelahiran Tuhan mereka: Tuhan Anak Yesus. Syirik adalah dosa terbesar yang tidak terampuni.

      Oleh karena itu Nabi dan para sahabat tidak pernah memberi ucapan selamat natal pada dosa syirik tsb.

      Mungkin ada yang berkata, “Masak mengucapkan Selamat Natal saja haram?” Menurut kita mungkin kecil. Tapi di sisi Allah ucapan yang sesat itu besar dosanya. Coba lihat:

      “Mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.”
      Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
      hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh” [Maryam 88-90]

      Jangankan mengucapkan Selamat Natal, mengucapkan salam biasa saja kepada Non Muslim kita dilarang:
      Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada orang Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).

      Silahkan baca selengkapnya di sini:
      http://media-islam.or.id/2010/.....amat-natal

    7. yahya Says:

      Assalamu’alaikum wr wb

      Mohon maaf saya tidak bisa berkata banyak. Saya hanya ingin mengemukakan pendapat saya, setuju atau tidak itu terserah pada diri masing-masing.
      Mengucapkan selamat Natal atau ikut merayakannya (memperingati) itu HARAM hukumnya bagi kita umat islam alasannya karna itu merupakan penyelewengan aqidah kita sebagai umat islam. Itu pendapat yang saya pegang selama ini.
      Kenapa dikatakan penyelewengan aqidah, alasannya karna dengan mengucapkan selamat natal berarti kita telah mengucapkan selamat atas lahirna Tuhan yesus.
      Lalu ada sebagian umat islam yang berkata kita tidak memperingati natal melikan kita memperingati lahirnya nabi Isa ‘alaihissalam, pendapat yang kedua ini juga keliru karna nabi ‘Isa ‘alaihissalam atau yang didsebut yesus oleh umat nasrai tidak dilahirkan tanggal 25 Desember. Lalu siapa sebenernya yang dilahiran tanggal 25 Desember itu???!

      Link di bawah ini merupakan penjelasan dari seoran mantan biarawati yang faham dan tau betul sejarah natal. semoga Allah membukakan pemahaman kita yang samar-samar untuk bisa mengatakan bahwa yang hak itu hak dan yang bathil itu bathil. Ammin..
      Wassalamu’alaikum wr wb

    8. Junjunglah tinggi-tinggi sikap bijakmu Says:

      Percayalah apa yang kau yakini maka imanmu akan diperkuat, tetapi tidaklah bijak jika imanmu merusak apa yang tidak mengganggu dirimu.
      Akan lebih bijaksana dengan berikanlah contoh yang baik sehingga pengikut sesuai dengan imanmu itu semakin banyak dan derajatnya semakin ditinggikan. Bahkan akan tidak menutup kemungkinan seluruh dunia akan seiman denganmu.
      Percayalah akan adanya hukum karma atau hukum keseimbangan alam. Oleh karena itu bagi masyarakat yang mempercayai hal itu mereka akan sangat hati-hati untuk berbuat karena mereka sadar bahwa perbuatannya akan berdampak pada dirinya sendiri dan mungkin kepada famili dan keturunannya.

      Dengan kata lain: Perbuatan dan tingkah laku yang baik akan terlihat indah seindah apa yang diimaninya.
      Dan karma dari semua itu adalah seluruh umat akan mengikuti imanmu dan semoga seluruh dunia malakukannya juga.

    9. Percayalah kata pepatah Says:

      Yakinilah apa yang anda yakini maka imanmu akan semakin kuat.
      Pada dasarnya upayamu untuk menunjukkan keyakinanmu benar itu baik adanya sehingga seluruh umat Allah di dunia menjadi seiman dengan anda.
      Percayalah jika anda memberikan contoh tauladan (atitut yang baik) dan patut ditiru maka semakin tinggi nilai keimananmu dan anda semakin berkenan di mata Allah.
      Dan pada tujuan akhir dari keinginan anda untuk mengajak seluruh umat Allah di muka bumi ini untuk seiman dengan anda akan segera terwujud dengan seijin Allah.
      Allah akan semakin sayang kepada anda.

      Percayalah – pepatah mengatakan:
      Sesuatu yang tidak patut kita buat, yang akan merugikan kita sendiri, orang lain dan semua ciptaan Allah (maka Allah akan murka kepada kita)
      Setelah kita berbuat, kita akan menerima ganjaran dari Hukum Sebab Akibat.

    10. Ashari Says:

      Prinsip-prinsip toleransi agama Islam, yang merupakan bagian dari visi teologi atau akidah itu telah dimiliki Islam. maka sudah selayaknya jika umat Islam turut serta aktif untuk memperjuangkan visi-visi toleransinya di khalayak masyarakat plural.

    11. wahidinnetral Says:

      Ass wr wb,
      Manusia hendaknya saling menghormati dengan siapapun,
      apalagi itikad baik…..saya sedih melihat komentar yang gak Jelas malah cenderung diskriminasi kaum minoritas..
      Hanya ALLAH SWT yang menilai umatnya bukan kita…lebih baik intropeksi masing masing…apakah kita sudah pantas menilai sesama manusia yang diciptakan ALLAH SWT.

    12. Rahman Asri Says:

      kalau kita bilang merry cristmast ,tapi tidak diucapkan pada orang kafir iatu apakah haram ?

    13. matas Says:

      bagus nya

    14. kampak Says:

      islam(perdamaian)agama yg damai,agama yg tidak membeda2kan agama,ras dll
      saling menghormti,
      qt dilarang bukan pula untuk saling membenci,
      bersabar lebih mulia,

      nabi Isa as akan dtang kembali membunuh dajjal,bkan untuk menebus dosa2 mereka,,yg sebagai tanda kiamat akan datang…
      tp itu pendapat agama islam,adapun menurut agama lain berbeda&dan itulah kebinekatunggal ikaan kita…

    15. Muhd. Zaini Says:

      Lakum diinukum waliyadin. Jika soal aturan hidup beragama tdk ada selengkap Islam semua ada hukumnya. Jika Nabi Isa diutus hanya untuk domba domba yahudi yang sesat, begitu jg nabi2 terdahulu hanya bagi kaumnya yg bersifat lokal. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin atau agama bagi rahmat global, sudah jelas dan tegas mana yg haram dan yang halal, mana yg makruh dan yang mubah. Kalau urusan muamalah dg orang sku agama ras apapapun ok campur baur, ttp jk urusan akidah dan ibadah mk tak ada campur. Inilah aturan Islam yg punya jenis gender monotheis yg masih terjaga kmurniannya dan umatnya hrs konsekuen. Semua agama yg di bawa nabi2Allah pd dasrnya sama yakni mengajak manusia untuk kembali menyembah Tuhan YME. Yang masih menyembah tuhan yang lain selain Allah yg Esa .. Kata Allah ud’u ila sabili robbika bil hikmah wal mauidzotul hasanah.. Jangan ucapkan selamat tersesat..dan membiarkanx masuk neraka

    16. adrian Says:

      mana toleransinya? aku org kristen tp tidah ada keberatan utk mengucpakan umat islam ‘selamat hari Idul Fitri’ dll. Kalo dlm islam ngak sempatan yach buat kristen. coba saling respek donk. jangan sombong.

    17. aliong chenz Says:

      Dalam setiap aktifitas kehidupan islam selalu mengajarkan pada ummatnya untuk berlaku adil, lemah lembut dan menghargai hak – hak ummat atau mahluk lain, semua itu merupakan wujud islam sebagai agama pembawa rahmat bagi seluruh alam. Banyak kisah – kisah yang membuktikan bahwa islam adalah agama yang memberikan kasih sayang bagi setiap mahluk. Mulai kisah seorang pengemis tua buta yahudi yang selalu menghina nabi Muhammad SAW, namun nabi Muhammad SAW justru rutin menyuapi makan pengemis itu tanpa pengemis itu tau siapa yang menyuapinya, sampai kisah seorang badui yang kencing di dalam masjid, lalu beberapa sahabat nabi hendak menghentikan dan memarahi orang badui itu, namun nabi Muhammad SAW menyuruh sahabat untuk menunggu orang badui itu selesai kencing dan baru membersihkannya dan mengajari orang badui itu adab – adab di masjid dengan cara yang lemah lembut. Dalam sebuah kisah disampaikan malaikat kasihan pada nabi Muhammad SAW yang selalu dihina dan disakiti oleh kaum kafir, sehingga malaikat memohon izin pada nabi untuk mengangkat salah satu gunung dan menimpakannya pada kaum kafir yang selalu menghina dan menyakiti beliau, namun nabi Muhammad SAW sungguh mulia, beliau melarang malaikat melakukannya dan justru mendoakan orang – orang tersebut agar sadar. Itulah sebagian kisah – kisah inspirasi bagi kita untuk selalu bertindak dengan lemah lembut dalam tiap aktifitas kita, sebagai bukti bahwa islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
      Sungguh mulia ahlak – ahlak yang diajarkan islam, islam mengajarkan kebaikan dan kasih sayang pada ummatnya sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam.

      Teman-teman kaum muslim, agama islam itu yg sebenarnya lembut , penuh kasih dan menghargai hak” umat atau mahluk lain, dan nabi muhammad penuh sabar dan kasih sayang dalam penyebar agama. Dan Allah maha pengasih dan penyayang, bukan maha pemarah atau murka, saya baca komentar di atas bnyk yg masih saling mencela dan menjelekkan agama, kita semua mgkin berbeda agama tapi sesama umat manusia, kita harus menghormati hak masing”. Dan saya harap kita semua memperdalam agama masing” sesungguhnya setiap agama itu mengajarkan kebaikan dan kita semua bisa membedakan mana yg benar mana yg salah oleh karna itu kita jangan terjerumus oleh seseorang penyebar yg pengetahuan agamanya kurang yg membuat jurang antar umat manusia untuk hidup berdampingan damai dan sejahtera, terima kasih.

    18. Rivay Says:

      Bukankah Isa AS adalah rasul Allah juga sebelum nabi Muhammad SAW yang harus diyakini oleh umat Muslim? Apa kita tidak boleh mengucapkan istilahnya “Hari ulang Tahun/Hari Kelahiran” kepada Rasul Allah Isa AS?

    19. myzura Says:

      adoii mana satu betul ni..tadi jumpa yang ni.

      Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-78 yang bersidang pada 12 Jun 2007 telah membincangkan Hukum Orang Islam Mengucapkan Tahniah Dan Ucapan Selamat Bersempena Perayaan Agama Bukan Islam. Muzakarah telah memutuskan bahawa:

      Apa jua amalan atau perlakuan orang Islam dalam hal-hal yang berkaitan dengan perayaan orang bukan Islam sekiranya melibatkan akidah atau iktikad seperti mengiktiraf agama bukan Islam atau menganggap semua agama adalah sama, maka ia ditegah oleh Islam.

      Walaubagaimanapun sekiranya amalan atau perlakuan tersebut hanya atas dasar kemasyarakatan atau hubungan sosial antara Islam dan bukan Islam untuk tujuan perpaduan, maka ia dibenarkan oleh Islam.

      Memberi ucapan tahniah dan selamat atau mengirimkan ucapan melalui kad atau alat-alat telekomunikasi seperti e-mail atau sistem pesanan ringkas (sms) dan sebagainya kepada orang bukan Islam sempena dengan perayaan agama mereka adalah harus, dengan syarat ucapan itu tidak mengiktiraf, memuji atau memuliakan agama bukan Islam serta tidak menggunakan sebarang simbol atau lambang keagamaan mereka dalam kiriman ucapan tersebut.

    20. andra Says:

      Yg mengharamkan memberikan selamat itu hanya para ulama yg notabene-nya seorang manusia, bukan Allah… Yg bisa jawab silahkan komen… Knapa nabi muhammad itu dlm alquran disebut hanya sebagai peminta sholawat? Tapi nabi Isa Almasih itu sebagai pembawa selamat dan diberi kuasa oleh Allah utk menghakimi pd hari kiamad, kenapa bukan nabi muhammad saja?… Dr sini aja kita bisa melihat keistimewaan dari Nabi Isa…. Tolong gunakan nalar dong… Mikir yg baik2 aja dan jgn pikiran jahat aja dgn orf lain yg bukan seiman…itu dosa lho…

    Tinggalkan Ulasan Anda