Video BONGKAR KRISTIAN oleh Hajjah Irene Handono (mantan biarawati). Dahulunya beliau merupakan seorang pendakyah Kristian, sekarang beliau sudah menjadi seorang pendakwah Islam yang gigih. Di dalam video ini beliau membongkar hakikat kelemahan agama Kristian di mana 99% orang Kristian sendiri tidak tahu kerana disembunyikan oleh ketua-ketua paderi mereka sendiri.
Saya terlahir dengan nama Abraham David di Manado, 12 Februari 1942. Sedangkan, Mandey adalah nama fam (keluarga) kami sebagai orang Minahasa, Sulawesi Utara. Saya anak bungsu dan tiga bersaudara yang seluruhnya laki-laki. Keluarga kami termasuk keluarga terpandang, baik di lingkungan masyarakat maupun gereja. Maklum, ayah saya yang biasa kami panggil papi, adalah seorang pejabat Direktorat Agraria yang merangkap sebagai Bupati Sulawesi pada awal revolusi kemerdekaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Makasar. Sedangkan, ibu yang biasa kami panggil mami, adalah seorang guru SMA di lingkungan sekolah milik gereja Minahasa.
Sejak kecil saya kagum dengan pahlawan-pahlawan Perang Salib seperti Richard Lion Heart yang legendaris. Saya juga kagum kepada Jenderal Napoleon Bonaparte yang gagah perwira. Semua cerita tentang kepahlawanan, begitu membekas dalam batin saya sehingga saya sering berkhayal menjadi seorang tentara yang bertempur dengan gagah berani di medan laga.
Singkatnya, saya berangkat ke Jakarta dan mendaftar ke Mabes ABRI. Tanpa menemui banyak kesulitan, saya dinyatakan lulus tes. Setelah itu, saya resmi mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari pendidikan militer yang saya ikuti selama 2 tahun itu, kecuali bahwa disiplin ABRI dengan doktrin “Sapta Marga”-nya telah menempa jiwa saya sebagai perwira remaja yang tangguh, berdisiplin, dan siap melaksanakan tugas negara yang dibebankan kepada saya.
Ia adalah seorang laki-laki keturunan, sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari Kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya. Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian, namun ia bermadzhab Pantikosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang dakwah di sebuah Gereja Bethel Injil Sabino.
Tidak terbetik dalam hatiku walau sedikit pun untuk menjadi seorang muslim, sebab sejak kecil aku mendapatkan pelajaran dari orang tuaku yang selalu mengatakan padaku bahwa Muhammad adalah seorang laki-laki badui, tidak punya ilmu, tak dapat membaca dan menulis. Bahkan lebih dari itu, aku telah membaca buku Profesor Doktor Ricolady, seorang nasrani dari Prancis bahwa Muhammad itu seorang dajjal yang tinggal di tempat kesembilan dari neraka. Demikianlah kedustaan itu dibuat untuk menjatuhkan pribadi Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, sejak itulah tertanam pada diriku pemikiran salah yang mendorongku untuk menolak Islam dan menjadikannya sebagai agama.
Ada fitnah yang dilakukan secara terus-menerus terhadap Islam, fitnah itu ialah bahawa Islam adalah agama yang mendambakan keganasan dan ingin menguasai dunia. Sebelum anda menelan kata-kata kosong hasil rekaan golongan yang mempunyai agenda sendiri dan buuk sangka ini, ikutilah dahulu beberapa perkara yang akan diterangkan di dalam artikel ini.
Bandingkan sejarah Islam dengan sejarah Eropah, yang selama berabad-abad di sebut sebagai Christendom (umat Kristian). Pandangan yang objektif akan menunjukkan bahwa umat Kristian akan muncul sebagai juara pertama pada konteks umat yang paling sering berperang dan hauskan darah. Lagipula, bangsa Eropah dan keturuannya tidak seharusnya ingin menguasai dunia, termasuk menguasai negara-negara Islam, karena mereka mengikuti ajaran lemah-lembut Yesus, betul bukan?
Mengenai kebiasan yang sudah menjadi trend dari pengutipan dengan sewenang-wenangnya dari ajaran kitab suci dan membawanya di luar konteks, kita boleh lihat bagaimana orang Kristian melihat Perjanjian Lama mereka. Dalam Alkitab Perjanjian Lama, anda boleh menemui bagaimana Tuhan mendokong standard moral yang bersifat talam dua muka, Tuhan mendokong perhambaan, memerintahkan Bani Israil untuk melakukan pembersihan etnik dan melakukan pembunuhan bayi secara besar-besaran. Saya tidak percaya anda akan menemukan hal yang serupa di dalam al-Qur’an.
ROME: Setiausaha sulit Pope Benedict XVI memberi amaran mengenai aliran Islamisasi Eropah yang semakin ketara dan menekankan benua itu supaya tidak melupakan akar umbi Kristian.
“Cubaan mengIslamkan Barat tidak boleh dinafikan. Ia mengundang bahaya kepada identiti Eropah kerana yang berkaitan dengannya tidak sepatutnya dilupakan,” Georg Gaenswein dipetik sebagai berkata dalam majalah Sueddeutsche Magazin yang disiarkan semalam.
Gaenswein turut mempertahankan ucapan Benedict tahun lalu yang mengaitkan Islam dengan keganasan dan berkata ia adalah cubaannya untuk “menyedarkan semua pihak”.
Penduduk Islam di seluruh dunia membantah ucapan Benedict, dengan gereja dibakar di Tebing Barat dan ulama Iran berkata pope bersatu dengan Presiden George W Bush untuk “mengulangi Perang Salib”. Seorang rahib Itali juga ditembak di hospital tempat dia bekerja di Somalia dan Vatican meluahkan kebimbangan serangan itu berkaitan dengan reaksi kepada ucapan Pope.
Baru-baru ini, ketua paderi berpengaruh Cologne, Joachim Meisner, berkata dalam temubual radio Deutschlandfunk yang diberi publisiti meluas bahawa “penghijrahan umat Islam mencetuskan perpecahan dari budaya Jerman dan Eropah.” -– Agensi