close button

Benarkah “Kalimatullah” Bermaksud Tuhan?

Mohd Elfie Nieshaem Juferi

Para misionaris Kristian sememangnya sering menggunakan metodologi membuta-tuli dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tanpa menimbang metodologi “Al-Qur’an mentafsirkan dirinya sendiri”. Baru-baru ini, seorang misionaris Kristian telah memberi suatu penafsiran yang janggal, dengan membuat dakwaan seperti berikut:

    Mari kita membaca tafsir Al-Qur’an, Surah 4:171, yang mengatakan bahawa Isa Almasih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah dan sura 3:45 (Ali Imran: 45) mengatakan (bermaksud) kalimatNya merupakan seorang anak..ini sama dengan firman Allah dalam Injil Yohanes 1:14 mengatakan ‘lalu Firman itu menjadi manusia’.

Begitu bankrapnya pemikiran mereka ini sehinggakan mereka memaksa suatu penafsiran baru ke atas Al-Qur’an dengan mengaitkan ayat di dalam Perjanjian Baru dengan ayat 171 di dalam Surah An-Nissa’ dan ayat 45 di dalam Surah Ali Imran. Kita akan mengkaji kedua-dua ayat Al-Qur’an yang disebutkan oleh puak Kristian di dalam pertuduhan mereka.

Maksud ‘Kalimatullah’ Dan Penafsirannya

Berikut adalah Surah An-Nissa’: 171 berserta dengan maksudnya:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih ‘Isa putra Maryam itu adalah utusan-Nya dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam , dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan; “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapanmu itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.

Fokus perbincangan kita untuk ayat ini adalah perkataan “Kalimatullah”. Mengapa ‘Isa Al-Masih dipanggil “Kalimatullah”? Maksudnya adalah jelas, jika kita memegang kepada konsep Al-Qur’an mentafsirkan antara satu sama lain. Dengan membandingkan ayat di atas dengan ayat yang memperjelaskan isu di atas, kita boleh membuat kesimpulan bahawa ‘Isa dipanggil “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian ‘Isa a.s. sendiri yang diciptakan dengan kalimat kun(jadilah) tanpa berbapa. Proses kejadian ‘Isa adalah sama seperti kejadian Adam yang tiada berbapa atau beribu.

Firman Allah:

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Surah Ali Imran (3): 59)

Maka di sini jelaslah kepada kita bahawa Al-Qur’an tidak pernah menganggap ‘Isa Al-Masih itu adalah Allah, malah memandangnya sebagai seorang manusia biasa, sama seperti Adam a.s. Jika misionaris Kristian masih berdegil mahu mengatakan bahawa Al-Qur’an membenarkan doktrin Kristian bahawa ‘Isa adalah tuhan Allah, maka dengan menggunakan metodologi mereka sendiri, kita perlu menambah seorang lagi ke dalam doktrin “Triniti” mengikut ayat di atas, iaitu Nabi Adam a.s., kerana baginda juga terjadi dengan “kalimat Allah”, iaitu kun (jadilah)!

Di sini juga kita ingin memetik dari Tafsir Al-Azhar, Juzu’ 4-5-6, karangan Prof. Dr. Hamka, yang membicarakan tentang ayat Surah An-Nissa’: 171 di atas:

Lalu lanjutan ayat: “Sesungguhnya Al Masih Isa anak Maryam itu lain tidak, hanyalah Rasulullah.” Bukanlah dia itu Allah yang menjelma menjadi anak, dan bukan pula dia anak dari Allah. Tugasnya hanya satu, yaitu menjadi Rasulullah, Utusan atau Pesuruh Allah. Maka kalau pendirian yang telah diputuskan itu, yaitu mnganggap dia penjelmaan Allah atau anak Allah, nyatalah bahwa sikap ini sudah melebih-lebihi, keterlaluan atau melampau-lampaui. “Dan kalimatNya yang Dia letakkan kepada Maryam dan Roh yang datang daripada-Nya.” Kalimat Allah artinya perintah yang ditentukan Allah. Itulah kalimat Kun, artinya Adalah engkau! Setelah kalimat itu diucapkan Tuhan, maka datanglah lanjutan Fa Yakun, artinya: Maka adalah! Kepada langit Tuhan bersabda Kun, maka langitpun ada.

Kepada sesuatu kalimat Tuhan itu berlaku maka semuanya ada. Atas kalimat Tuhan itu pula Dia berfirman: Kun Ya Isa! Adalah engkau, wahai Isa! Maka adalah Isa, yang tadi belum ada. Isa belum ada sebelum Tuhan kehendaki. Caranya ialah menurut kehendak Tuhan itu sendiri, kalimat Kun di hadapan Tuhan kepada diri Maryam: Mengandunglah engkau hai Maryam! Lalu Maryam anak dara suci itu bertanya kepada Tuhan: Bagaimana hamba akan mengandung padahal hamba belum disentuh laki-laki? Lalu Tuhan menjawab: Yang begitu bagi-Ku adalah perkara mudah (Surat ke-19, Maryam ayat 21). Apalah sukarnya bagi Allah yang dengan kalimat Kun dapat menciptakan cakrawala, menciptakan matahari dan bulan dan bintang. (m.s. 101)

Dari tafsiran tentang ayat ini oleh Prof. Dr. Hamka, jelaslah kepada kita bahawa kejadian ‘Isa adalah sama sahaja seperti ciptaan Allah yang lain seperti bulan, matahari dan bintang. Jika bulan, matahari dan bintang mampu “dijadikan” tanpa berbapa atau beribu tetapi ‘Isa beribu, mengapakah objek-objek alam ini tidak sahaja disembah oleh puak misionaris?

Kejadian ‘Isa Dalam Surah Ali Imran: 45 Dan Penafsirannya

Sekarang mari kita lihat Surah Ali Imran: 45, beserta terjemahannya:

Ingatlah, ketika Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

Dakwaan misionaris tentang ayat ini ialah:

    sura 3:45 (Ali Imran: 45) mengatakan (bermaksud) kalimatNya merupakan seorang anak.

Sekarang lihatlah terjemahan ayat di atas. Di manakah kesahihan dakwaan mereka bahawa ayat yang tersebut di atas “…mengatakan (bermaksud) kalimatNya merupakan seorang anak”? Ayat tersebut hanyamenjelaskan bahawa malaikat telah memberitahu kepada Maryam bahawa dia akan dikurniakan dengan seorang anak yang terjadi daripada Allah, dan dia adalah seorang yang soleh dan mengabdikan diri kepada Allah. Tentulah ini tidak bermaksud bahawa ‘Isa itu Tuhan Allah, sebab jelas di dalam ayat di atas bahawa ‘Isa adalah ciptaan Allah!

Jadi kita melihat dakwaan misionaris hanya terbit daripada angan-angan kosong mereka untuk membenarkan konsep ketuhanan mereka yang palsu. Lebih-lebih lagi Al-Qur’an sejak dari awal lagi telah membantah konsep ketuhanan yang dianjurkan oleh orang-orang Kristian.

Firman Allah :

“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan; “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapanmu itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa.” (Surah An-Nissa’: 171)

Dan untuk melengkapkan jawapan kepada pertuduhan misionaris Kristian ini, di sini kita ingin memetik lagi dari Tafsir Al-Azhar Juzu 1-2-3, karangan Prof. Dr. Hamka, yang memperjelaskan ayat di atas:

“(Ingatlah) tatkala berkata Malaikat: Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memberitakan kepada engkau, bahwa engkau akan dapat satu kalimah daripadaNya, namanya Almasih Isa anak Maryam.” (pangkal ayat 45)

Di sini terdapat satu kata yaitu kalimah. Arti kalimah ialah kata, ujungnya memakai Ta-marbuthah, yaitu kalau dibaca terus dengan rangkaian kata lain menjadi hidup seumpama Kalimatut-Tauhid. Dan kalau berhenti di ujung kata menjadi kalimah. Sebagai ummat yang boleh dibaca ummah, berkat yang boleh dibaca berkah, hikmat dibaca juga hikmah. Dalam hukum ilmu Nahwu Arab, kata-kata itu semuanya menjadi Mu-annats, diperempuankan (vrouwelijk). Maka Kalimat Allah artinya ialah perkataan Allah. Banyaklah terdapat perkataan kalimah atau kalimat itu di dalam al-Quran yang simpulan artinya selain dari perkataan Allah, juga berarti kehendak Allah; tentang pokok kepercayaan ang baik kepada Tuhan dsebut Kalimatin Thayyibatin (Surat Ibrahim ayat 34) dan keperayaan yang buruk disebut Kalimatin Khabitsatin (Surat Ibrahim ayat 26), dan takwa berbakti kepada Allah disebut Kalimatut-Taqwa. Apabila Ahlul-Kitab diajak oleh orang Islam kembali kepada pokok kepercayaan yang sama kepada Tuhan, disebut Kalimatin-sawa-in-Bainana (Surat Ali Imran ayat 64). Kalau Tuhan memutuskan azab atas orang yang berdosa disebut Kalimatul-’Adzab. Kehendak Yang Maha Tinggi dari Allah disebut Kalimatul-’Ulyaa (Surat Taubat ayat 41), dan banyak lagi yang lain. Tetapi yang paling terkemuka di dalam pemakaian kalimat atau kalimah itu ialah Kalimat-Takwin, iaitu kata Tuhan dalam menjadikan alam, yang tersimpul dalam “Kun”, artinya “Jadilah”, Fa-yakun, maka diapun terjadi! Seluruh alam ini diciptakan oleh Allah, baik langit atau bumi, atau apa sajapun dengan kalimat KUN itulah. Diperintahnya jadi, diapun terjadi.

Maka Malaikat Jibrilpun datanglah kepada Maryam menyampaikan bahwa Kalimat Allah itupun akan berlaku ke atas diri Maryam. Tuhan akan mengatakan KUN pula, sehingga akan mengandunglah dia seorang anak, tidak dengan perantaraan disetubuhi laki-laki. (m.s. 166-167)

Di dalam buku yang sama, Prof. Dr. Hamka juga menerangkan dengan lebih lanjut sebab mengapa beliau memberikan penerangan di atas, serta pada masa yang sama membantah perbandingan ayat Surah Ali Imran: 45 dengan ajaran Kristian di dalam Injil Yohanes fasal 1, seperti berikut:

Kita jelaskan terlebih dahulu doa yang dimaksud dengan kata kalimat tadi terhadap diri Isa Almasih oleh Al-Qur’an, kerana sesetengah penyebar Kristian di dalam menawarkan kepercayaan mereka kepada orang Islam yang tidak mengetahui agamanya sendiri dengan mendalam, dengan mudah telah mengatakan bahawa Al-Qur’an sendiri telah mengakui bahawa Isa Almasih itu adalah Kalam, dan Kalam itu adalah Allah, dan Kalam itu telah ada bersama Allah, ini terjadi dan Kalam itu ialah Isa Almasih. Demikianlah kepercayaan Kristian yang dibentuk oleh Yahya atau Yohannes yang mengarang Kitab Injil Yohannes, yaitu keempat dari kitab-kitab Injil yang mereka percayai itu.

Maka dengan keterangan apa maksud Kalimat yang dituju oleh Al-Quran dan bagaimana jauh bedanya dengan Kristian ajaran Yahya atau Yohannes itu, nampaklah bahwa membawa-bawa ayat al-Quran yang dalam seluruh kisah mengenai Nabi Isa selalu membantah kepercayan Kristian yang mengatakan Isa itu anak Allah atau sendiri Allah, adalah satu hal yang mempersulit diri mereka yang mempropagandakan itu sendiri. Dia hanya laku kepada orang yang memakai nama Islam, tetapi tidak mengerti ajaran agamanya. (m.s. 167)

Sekian sahaja kita memetik daripada Tafsir Al-Azhar, hasil tulisan Prof. Dr. Hamka.

Kesimpulan

Dengan terdedahnya kepalsuan dakwaan misionaris, nyatalah bahawa mereka tidak lagi memiliki alasan untuk memporak-perandakan tafsiran ayat-ayat Al-Qur’an. Perkara memutar-belitkan ayat Al-Qur’an untuk menguatkan doktrin Kristian dan sekaligus membohongi umat Islam bukanlah sesuatu perkara yang baru dalam gerakan misionaris Kristian. Para pembaca juga diminta melihat artikel ini yang membezakan Nabi ‘Isa versi Islam dengan Tuhan Yesus milik orang-orang Kristian, serta menjawab sebuah lagi tafsiran palsu ke atas ayat suci Al-Qur’an yang sering dipergunakan oleh misionaris Kristian untuk menipu umat Islam.

Rujukan

Prof. Dr. Hamka, “Tafsir Al-Azhar”, Juzu’ 1-2-3-4

Incoming search terms:

  • kalimatullah
  • qs 4:171
  • arti kalimatullah
  • isa kalimatullah
  • isa adalah kalimatullah
  • ali imran 45
  • ayat alquran tentang isa almasih
  • kalimatullah jesus
  • penciptaan adam dan isa
  • isa almasih
    01 Nov

    17 Ulasan untuk artikel “Benarkah “Kalimatullah” Bermaksud Tuhan?”

    1. Jilbab Says:

      Kenapa Isa disamakan dengan Adam cara kelahirannya? Apakah perlu manusia lahir ke dunia seperti Adam yang tidak berbapa? Adam itu kan manusia pertama! Apa istimewanya Tuhan melahirkan Isa dalam keadaan sedemikian rupa? Apakah hanya untuk menyampaikan perkhabaran maka Tuhan membuatkan kelahirannya yang ajaib? Tentu ada suatu yang istimewa disebalik itu! Semua yang tidak percaya kepada penulis-penulis injil tentang kelahiran Isa tidak dapat menerima kalau ada yang mengatakan Tuhan itu boleh menjelma menjadi manusia! Percaya atau tidak.. Jika kamu tidak dapat menerima kenyataan bahawa Tuhan boleh berbuat demikian maka Tuhan yang kamu percaya adalah Tuhan yang terbatas kekuasaannya.. Kamu percaya bahawa Tuhan boleh buat apa saja yang dia mahu.. so apa masalahnya kalau Tuhan sendiri ingin merasai apa yang manusia rasa di dunia ini. tentu saja boleh bukan?

    2. jesus homo Says:

      @ Jilbab : kalo pencipta menjadi ciptaan, sama aja kamu berubah menjadi KONDOM!! mau Lu ??

      Lagian mana mungkin meja menjadi manusia … dah jelas2 di ayat injil menerangkan .. yesus (Isa AS) adalah utusan AllaH
      Inilah
      hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah
      yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa.(yohaNeS 17:3)bila ditafsirkan :TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN ISA AS (waktu itu) UTUSAN ALLAH

    3. jesus homo Says:

      Bible banyak sekali dipalsukan. Bible katolik tidak sama dengan Bible
      protestan. Tapi keduanya mengaku bahwa biblenya yang asli dari Yesus.
      Bible katolik terdiri 72 kitab sedangkan bible protestan terdiri hanya
      66 kitab saja. Maka anggapan bahwa Bible tidak pernah dipalsukan, akan
      terbantah dengan fakta ini

    4. saranamtta Says:

      Memang benar Tuhan boleh buat apa saja yg Dia mahu.
      … tetapi Tuhan menjadi makhluk (Jesus)’utk merasai apa yg manusia rasa’ itu bukan Tuhan, namanya!
      Adakah yg dikejar, menyorok utk menyelamatkan diri & dibunuh itu layak dipanggil Tuhan?

      Mengapakah ‘Tuhan yg boleh buat apa saja yg dia mahu’ & menghidupkan Sam bin Nuh itu boleh mati (kecuali Jesus itu sememangnnya manusia)??

      Adakah anda meragui bahawa Allah adalah Tuhan Yg Maha Sempurna, Yg Maha Berkuasa serta tidak layak bagi-Nya bersifat dgn sifat2 kelemahan (spt Tuhan/Jesus yg lemah & mati di tiang salib)?

      Sbg Pencipta, Allah mengetahui akan keperluan makhluk ciptaan-Nya – sebab itulah Allah tidak perlu menjadi manusia – sebab Dia itulah Tuhan!

    5. La Duren Says:

      Bapak di surga, Anak dan Roh kudus adalah satu,pertanyaanya…. Jika Anak mati di tiang SALIB,apakah Bapak dan Roh kudus juga ikut mati ??? jika Anak bangkit apakah Bapak dan Roh kudus juga ikut bangkit ??? sungguh sangat tidak masuk akal,berhentilah itu lebih baik bagimu.

      Sadar dan bertobatlah karena konsep 3 IN 1 sudah 2000 tahun lebih belum dapat di pecahkan.

    6. Membongkar Kebobrokan Penafsiran Surah Az-Zukhruf, Ayat 61 « answeringkristen Says:

      [...] sudah melihat bagaimana para misionaris Kristian menyalahtafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang memanggil ‘Isa Al-Masih sebagai “Kalimatullah” untuk menguatkan sokongan pada doktrin mereka bahawa ‘Isa itu adalah Allah yang muncul sebagai [...]

    7. Membongkar Kebobrokan Penafsiran Surah Az-Zukhruf, Ayat 61 | Pengarsipan Berbagai Hujatan Says:

      [...] sudah melihat bagaimana para misionaris Kristian menyalahtafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang memanggil ‘Isa Al-Masih sebagai “Kalimatullah” untuk menguatkan sokongan pada doktrin mereka bahawa ‘Isa itu adalah Allah yang muncul sebagai [...]

    8. erin Says:

      bukan kan di alquran dijelaskan tujuan Isa diciptakan dibumi?? tolong jelaskan??…. cuma Isa yang menunjukkan jalan lurus.. sedangkan dalam sholat sendiri selalu mendoakan muhhamad dan para nabi agar di ampuni dan masuk surga.. mengapa mereka tidak percaya bahwa mereka akan selamat?? bagaimana mereka mau membawa umat menuju keselamatan??
      sekian sauda-saudara ku yang terkasih

    9. nureen rafi Says:

      @jilbab : “….Tuhan itu boleh menjelma menjadi manusia! Percaya atau tidak.. Jika kamu tidak dapat menerima kenyataan bahawa Tuhan boleh berbuat demikian maka Tuhan yang kamu percaya adalah Tuhan yang terbatas kekuasaannya.. Kamu percaya bahawa Tuhan boleh buat apa saja yang dia mahu.. so apa masalahnya kalau Tuhan sendiri ingin merasai apa yang manusia rasa di dunia ini. tentu saja boleh bukan?”

      Tuhan boleh berbuat apa saja Namun Tuhan tidak akan menghina diriNya untuk duduk didalam rahim wanita dan dilahirkan dari pintu rahim.

      Jika Tuhan ingin merasa apa yang manusia rasa di dunia ini dengan menjelma jadi manusia itu bearti Tuhan terbatas kuasa pengetahuanNya. Allah yang Maha Mengetahui dapat membaca segala rasa dan rahsia yang tersembunyi.

    10. Gaplek* Says:

      ibaratkan kamu merakit komputer.. kamu memasang komponen dgn tugasnya msing2 smpe aplikasi/program hngga komputer bisa brfikir n ber-apa saja sesuai printah kamu, walau bs bkerja tp komputer tdk bs melihat siapa pnciptanya… *kamu meletakkan msing2 komponen td dgn cara disolder,, salah satu komponen panutan hnya kamu tancapkan ke soket tnpa kamu solder yaitu prosesor… saat prosesor tertancap bgitu sja tnpa proses pnyolderan, komponen2 kecil lainnya saling brtanya2 ; lho knapa dia tiba2 hdir tdk disolder sprti kita ?! wah itu psti pnjilmaan manusia yg mnciptakan kita…. gkgkgk..

    11. imron Says:

      Aku rasa yang namanya TUHAN itu tidak patut menjadi materi(manusia atau wujud benda-benda yang lainnya) karena setiap materi yang ada manusia dapat menghitung, meraba, merasakan, melihat, memperlakukan/memanipulasi, dan lain-lain terhadap materi tersebut. karena jika manusia dapat memperlakukan seperti yang saya sebutkan tersebut, maka sifat TUHAN akan menjadi “terbatas” Dengan kata lain jika TUHAN berubah menjadi materi maka manusialah yang akan menjadi tuhannya. jika tuhan harus “beranak dan beristri” maka tuhan itu punya nafsu birahi yang tak ubahnya seperti manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan serta yang lainnya, dengan kata lain tuhan masih membutuhkan menyalurkan kebutuhan biologisnya. Oleh karena itu, TUHAN seharusnya tidak dapat di cover oleh alam (materi) terutama oleh otak manusia yang ilmunya “sangat terbatas”, melainkan TUHANlah yang harus meng cover seluruh alam-semesta serta akal manusia itu sendiri.

    12. Jesus is my lord Says:

      Terima kasih atas semua komen yang anda beri. Cuba anda fikir Isa al masih disamakan dengan adam? kalau begitu kenapa muhammad tidak disamakan dengan adam? dan satu lagi, kenapa muhammad tidak dilahirkan berbapa atau pun ber-ibu kalau ia benar2X utusan allah? kenapa Isa al masih sahaja yang lahir tanpa bapa? dan kenapa kitab sebelum injil meramal kelahiran isa al masih? kenapa muhammad tidak diramal kelahiranya dan diramal akan jadi rasul? dan semasa muhammad dilahirkan banyak yang menyembah berhala dan salah satu tuhan berhala adalah Allah dan anaknya Al-lat, Al manat, Al Uzza?

    13. subokay Says:

      Benarlah bahwa ‘Isa dipanggil “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian ‘Isa a.s. sendiri yang diciptakan dengan kalimat kun(jadilah) tanpa berbapa. Namun tahukah anda makna “dibalik proses kejadian ‘Isa a.s yang diciptakan dengan kalimat kun(jadilah) tanpa berbapa”? Apakah hanya untuk ALLAH saja atau untuk Semesta Alam ?
      21:91, Al-Anbia
      DAN ( INGATLAH KISAH ) MARYAM YANG TELAH MEMELIHARA KEHORMATANNYA , LALU KAMI TIUPKAN KE DALAM ( TUBUH ) NYA RUH DARI KAMI DAN KAMI JADIKAN DIA DAN ANAKNYA TANDA ( KEKUASAAN ALLAH ) YANG BESAR BAGI SEMESTA ALAM .

      Menjadi pertanyaan bagi umat Muslim; Apa yang dapat “diambil hikmah” terhadap “proses kejadian ‘Isa a.s yang diciptakan dengan kalimat kun(jadilah) tanpa berbapa” untuk umat Muhammad Saw (Muslim) ? Adakah ? Atau Tidak Ada Sama Sekali ? Atau Sama Saja antara Ada dan Tiada-nya ? Mari kita Renungkan Bersama Wa’allahu bi showab

    14. AL-QURAN MEMBANTAH ISA PUTRA MARYAM SEBAGAI TUHAN « MIZANULADYAN BLOG Says:

      [...] Isa putra maryam kalimat Allah( bantahan nya di sini ) [...]

    15. Hamba Allah Says:

      Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.(Ash-Shaf :6)

      Musa dan Isa adalah berbangsa keturunan Israel (Yakub), sedangkan Muhammad adalah berbangsa keturunan Ismail. (Ini adalah faktor utama yang menentukan identiti nabi yang diramalkan oleh Musa.)

    16. PyAn Nayp Says:

      Surah An-Nissa’: 171 berserta dengan maksudnya:

      Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih ‘Isa putra Maryam itu adalah utusan-Nya dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam , dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan; “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapanmu itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.

    17. MAS AJI Says:

      Sesungguhnya pernyataan tentang Isa Al-masih bukan Tuhan sudah terjawab dalam QS. 4:171 yang artinya : “Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan kepada Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.”
      Secara logis, pemberi kalimat tidak bisa disamakan dengan kalimat itu sendiri. Sayangnya, Injil teks asli sampai sekarang masih misteri di mana keberadaannya. Jadi yang ada ialah yang sudah disadur, diubah dan di up-date pada periode tertentu dengan kepentingan tertentu pula. Dan sangat disayangkan juga sekarang ini ada pihak dari non islam yang dengan sengaja mencomot ayat sepotong-potong (padahal mereka sendiri tahu dan menyatakan bahwa pemahaman sesuatu tidak hanya cukup dari sepotong-potong), memelintir, mengkaburkan dan membelokkan ayat-ayat Al qur’an untuk mempengaruhi orang-orang yang masih awam agar terjadi keragu-raguan atau bahkan pengingkaran. Semoga Allah SWT memberikan jalan yang lurus bagi mereka. Dan semoga Allah memberi jalan kembali bagi mereka yang masih tersesat. Amiin.

    Tinggalkan Ulasan Anda