close button

Paulus Dan Kesan Ajarannya: Saulus Menjadi Paulus

Sejurus selepas bertaubat, Saulus mula mendakwa telah menerima ‘petunjuk’ secara langsung daripada Nabi Isa a.s. Saulus kemudiannya berjumpa dengan para pengikut Nabi Isa a.s. tersebut untuk bertaubat atas kesalahan yang telah dilakukannya terhadap mereka sebelum ini. Kisah ini diceritakan di dalam Kisah Para Rasul, 9-13.

Ekoran daripada peristiwa di atas (taubatnya Paulus), beliau telah mengisytiharkan dirinya juga sebagai salah seorang daripada para rasul bagi Nabi Isa a.s. Beliau selalu dan tanpa segan-silu mendakwa dirinya juga terdiri daripada para rasul yang mulia itu dengan kata-katanya:

(I) – 1 KORINTUS (1): 1

“Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus…”

(II) – 2 KORINTUS (11): 5

“Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang daripada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.”

Walau bagaimanapun, pengisytiharan Paulus sebagai rasul itu tidak sedikitpun mendapat perhatian masyarakat Yahudi, bahkan para pengikut dakwah Nabi Isa a.s sedikit pun tidak percaya kepadanya. Bagaimanakah hendak dipercayainya dengan begitu mudah, walhal Paulus sebelum ini merupakan musuh terutama bagi para pengikut Nabi Isa a.s.?

Alkitab juga turut menyebut pendokong-pendokong dakwah Nabi Isa a.s sebelum munculnya Paulus, adalah Barnaba dan juga Petrus.

BIOGRAFI BARNABA
KISAH PARA RASUL (4) : 36 – 37 / (9) : 26 – 27 / (11) : 22 – 26

BIOGRAFI PETRUS
2 PETRUS (3): 14-16 / KISAH PARA RASUL (1): 12 – 14 / MATIUS (10): 2- 4
/ MARKUS (3): 16 – 19 / LUKAS (6): 14 – 16 / YOHANNES (21): 1 – 2

Sebagaimana yang telah dimaklumkan sebelum ini, Paulus tidak pernah berguru dengan Nabi Isa a.s. secara langsung dan tidak pernah pun sekali-kali mendengar sebarang pengajaran daripada mulut baginda a.s. Tetapi disebabkan beliau sendiri mengakui bahawa beliau juga terdiri daripada golongan para rasul, maka segala pengajaran yang diciptanya sendiri dikatakan sebagai “Wahyu Tuhan”. Hal ini diterangkan sendiri oleh Paulus di dalam Galatia 1: 11 – 12, sebagaimana berikut:

“Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahawa Injil yang aku beritakan itu bukanlah Injil manusia. Kerana aku bukan menerimanya dari manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.”

Paulus juga mengakui bahawa Injil yang diajarkannya itu bukanlah Injil yang dibawa oleh Para Rasul selainnya. Kata Paulus lagi di dalam Galatia 1: 6 – 9:

“Aku heran, bahawa kamu begitu lekas berbalik daripada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti satu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutar-balikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu satu injil yang berbeza dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”

Selain daripada sikap Paulus yang meriwayatkan injil yang berlainan dengan apa yang dibawa oleh para rasul itu, Paulus juga amat marah dengan melaknati setiap orang yang tidak percaya kepada Injil yang dibawa oleh dirinya. Lantaran itulah Paulus meminta orang ramai agar menerima sahaja secara bulat-bulat (taklid) dakwaannya sebagai salah-seorang para rasul dengan alasan bahawa martabatnya juga tidak kurang daripada para rasul selainnya.

Kata Paulus di dalam 2 Korintus 11: 4–5:

“Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang kami telah beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain daripada yang telah kamu terima. Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang daripada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.”

Diceritakan sendiri di dalam Alkitab bahawa semua para pengikut Nabi Isa a.s cuba mengelakkan diri daripada Saulus sehinggalah Barnaba mula mempercayai Saulus dan memberinya perlindungan. Melalui Barnaba, Paulus diterima oleh semua pengikut-pengikut Nabi Isa a.s. yang lain dan kemudiannya diberikan nama Paulus.

Those whom Jesus son of Mary sent, both disciples and those who came after them, in the land were: Peter the disciple and Paul with him (Paul belonged to the followers and was not a disciple) to Rome. Andrew and Matthew to the land of the cannibals; Thomas to the land of Babel, which is in the land of the east; Philip to Carthage and Africa; John to Ephesus the city of the young men of the cave; James to Jerusalem which is Aelia the city of the sanctuary; Bartholomew to Arabia which is the land of Hijaz; Simon to the land of Berbers; Judah who was not one of the disciples was put in place of Judas.

Sepanjang menyebarkan ajaran Nabi Isa a.s., Barnaba banyak mengembara bersama Paulus sehingga reputasi Paulus yang terkenal sebagai pembunuh penganut Nabi Isa a.s. sebelum ini bertukar kepada imej seorang penganut Nabi Isa a.s. yang paling setia. Paulus mula memperkenalkan dirinya sebagai “hamba Kristus Yesus” atau “rasul Kristus Yesus” dan ini terdapat di permulaan surat-suratnya.

Sifat hubungan antara Barnaba dan Paulus ditunjukkan dalam Kisah 13:1-2 seperti berikut:

“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnaba dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada uhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnaba dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang Kutentukan bagi mereka”.

Dalam senarai para pengikut Isa a.s., Lukas telah menyebut Barnabas dalam urutan pertama dan Saul/Paulus dalam urutan terakhir.

Kerana telah terpilih untuk bekerjasama, maka para rasul menyebar, dan Barnaba serta Paulus berangkat bersama Markus untuk menyebarkan ajaran Yesus di Yunani. Sementara James, putera Maria dari suami Yusuf, ditinggal sebagai ketua para pengikut Yesus, Peter juga tetap tinggal bersama-sama mereka.

Dalam Kisah Para Rasul diceritakan, di samping mereka kadang-kadang dilempari batu di beberapa tempat, dua orang penyebar agama tersebut sangat berhasil. Reputasi mereka sebagai manusia-manusia utusan Tuhan tersebar luas.

06 Oct

6 Ulasan untuk artikel “Paulus Dan Kesan Ajarannya: Saulus Menjadi Paulus”

  1. hamdan abdullah Says:

    andaikan begitu manusia hendaklah menyoal sebelum menerima bukan main hentam sahaja

  2. ilyas Says:

    jadi intinya, Injil itu kebanyakannya ditulis oleh manusia!!! bukan firmanNya.

  3. Rangga Yasua Oga Says:

    @Ilyas : setuju juga sih, soalnya itu ada yang ditulis sama Paulus, padahal kalo seharusnya wahyu itu diturunkan kepada para nabi seperti Nabi Muhammad SAW melalui ruhul qudus/ quhul Al-Amin/ Malaikat Jibril berangsur2 membutuhkan sekitar 23 tahun. Kalo yang ditulis manusia, yah jelas tentu ada yang menyimpang dan kontradiksi. Udah begitu banyak versi pula. Apa maksudnya ??
    maka dari itu, Allah menurunkan kitab suci Alqur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai koreksi dan melengkapi kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur dan Injil.

    Alqur’an itu asli dan syairnya indah, tidak mudah diacak2 dan dicampuraduki bahasanya maupun ayatnya oleh manusia..
    Alqur’an pun menantang bagi siapa saja yang dapat membuat satu ayat palsu Alqur’an, sungguh syair qur’an tak terkalahkan. Sudah begitu, Alqur’an ditulis berdasarkan bahasa asli yaitu bahasa Arab dan terjemahannya agar dapat memahami. Dengan adanya bahasa asli ( bahasa Arab ), maka terhindar dari namanya pengkorupan terhadap ayat2 suci alqur’an

  4. Rangga Yasua Oga Says:

    sorry yang sebelumnya, itu seharusnya ” Ruhul Al-Amin bukan quhul Al-Amin, salah ketik “

  5. zen Says:

    AL quran itu bkan syair,..tetapi wahyu ALLAH swt,..jgn sebut Al quran itu syair,karena nilai bahasanya lebih tinggi dari syair.

  6. danil Says:

    BUKTI OTENTIK AJARAN DARI RASUL GADUNGAN PAULUS

    1. Semua rasul sudah dinubuatkan oleh rasul sebelum mereka diutus/dilahirkan. Kecuali nabi Adam dinubuatkan langsung oleh Allah di hadapan para malaikat. Tapi tidak ada satupun rasul yang menubuatkan kenabian Paulus.

    2. Semua rasul telah tertulis silsilah/nama-nama keturunanya. Tapi silsilah keturunan Paulus tidak tertulis sama sekali (Kis 7:1a).

    3. Semua nabi dan rasul disunat/dikhitan. Tapi Paulus tidak pernah (mau) disunat.

    4. Semua rasul telah tertulis tentang kematiannya. Tapi kematian Paulus tetap misterius.

    5. Semua rasul membawa ajaran penggenapan dari ajaran rasul sebelumnya.Tapi Paulus justeru menghapus ajaran para nabi dan menghapus ajaran Yesus, di antaranya:
    * Yesus menggenapi Taurat (Mat 5:17), tapi Paulus menghapus Taurat (Roma 3:28-29).
    * Yesus menjalani Taurat (Mat 5:19-20), tapi Paulus membebaskan Taurat (Roma 7:6).
    * Yesus menerapkan syari’at Allah (Mat 5:21), tapi Paulus meniadakannya (Roma 8:1).
    * Yesus menyembah Allah (Mat 19:16-17 & Mark 12:29 & Yoh 17:3), tapi Paulus nyembah Yesus (2Kor 1:3 & Roma 8:39).
    * Yesus mengaku dirinya hanya Rasul (Yoh 11:42), tapi Paulus menuhankannya (2Kor 1:3).
    * Yesus disunat (Luk 2:21), tapi Paulus menghapus sunat (Roma 2:29).

    6. Semua rasul punya mukjizat, tapi Paulus tidak punya mukjizat setitikpun.

    7. Paulus adalah orang yang mengaku nabi, padahal dia serigala yang dengan buasnya menghapus hukum Allah yang dibawa Yesus, sebagaimana nubuat Yesus tentang Paulus:
    * Mat 7:15 à “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”

    8. Paulus membawa ajaran tidak baik, seperti menghapus hukum Taurat yang menyebabkan umat Kristen hoby membantai, sex bebas dan lainnya. Sebagaimana nubuat Yesus:
    * Mat 7:16 à “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (para nabi palsu itu).”

    9. Paulus dan pengikutnya telah menuhankan Yesus, padahal Yesus membantahnya Tuhan, dan di akhir zaman nanti Yesus bernubuat akan menolak ajaran Paulus beserta pengikutnya:
    * Mat 7:21-23 à “Pada hari terakhir banyak orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! Pada waktu itulah aku berterus terang : “Enyahlah dariku, kalian pembuat kejahatan!”

    10. Paulus mengaku dirinya mendengar suara Yesus (Kis 9:4-6), tapi kenyataannya hukum Taurat dihapus oleh Paulus untuk menikmati hidup bebas di dunia, padahal Yesus dengan tegas berkata bahwa dirinya tidak menghapus hukum Taurat. Itu artinya suara yang didengar Paulus adalah suara roh dunia, sebagaimana yang dinubuatkan dalam Alkitab:
    * 1Yoh 4:5 à “(Roh) mereka berasal dari dunia, dan dunia mendengarkan mereka.”

    11. Ajaran Paulus sudah teruji kebobrokannya seperti pemabuk tidak dihukum, pezina tidak dihukum, pembunuh tidak dihukum, penjudi tidak dihukum, seks bebas tidak dihukum. Sehingga mereka pusing mencari hukum apa yang harus digunakan untuk para pelaku kriminal tersebut? Namun jika keluarga mereka dijahili, mereka tetap menuntut keadilan di dunia ini. Sungguh sangat bumerang hukum ciptaan Paulus itu. Hasil uji ini menguatkan bahwa Paulus adalah nabi palsu. Hal ini sudah dinubuatkan dalam Kitab:
    * 1Yoh 4:1-2 à “Ujilah roh-roh itu, sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *