close button

Kesaksian Iga Mawarni

Kategori: Kesaksian

Sejak kecil aku dididik di lingkungan Katolik. Di mata teman-teman aku termasuk Katolik fanatik. Kemanapun aku pergi, senantiasa memperkenalkan keyakinanku. Setelah bersosialisasi di bangku kuliah, aku lebih fair. Di kampus aku senang diskusi sama teman-teman seangkatan yang latar belakangnya berbeda – baik suku maupun agama. Dengan diskusi wawasanku kian terbuka. Dan dari pola pikir yang cukup demokratis itu kami senantiasa menghindari debat kusir. Segala yang dibicarakan berdasar referensi jelas. Bagiku itu menambah semangat membuka Alkitab. Sekaligus bikin catatan kaki buat persiapan diskusi sama temen-temen di setiap kesempatan. Ternyata semakin aku cermat mengkaji Alkitab, sering kujumpai poin-poin yang meragukan. Akhirnya aku bertanya sama teman seiman yang lebih ngerti isi Alkitab. Bahkan sama beberapa pendeta. Setiap aku bertanya, aku berusaha memposisikan diri sebagai orang awam yang ingin belajar agama, bukan sebagai orang yang seiman dengannya. Ternyata jawaban mereka justru bikin hatiku nggak puas.Seiring dengan keraguanku aku pelan-pelan menutup Alkitab. Aku ingin belajar yang lainnya.

Tapi aku nggak langsung mempelajari Islam. Karena aku merasa ada jurang begitu dalam di antaranya (Islam-Kristen). Melalui sejumlah buku aku melanglang. Aku pelajari agama Hindu, lalu Budha. Namun hati nuraniku tetap ragu ketika sampai pada konsep ketuhanan. Sekalipun ajarannya bagus sekali. Eh, mentok-mentoknya aku pelajari juga ajaran Islam.

Sejujurnya aku gengsi. Antara ogah dan ingin tahu terus bergelora dalam diriku. “Kenapa mesti Islam?” hatiku memprotes. Langkah pertama aku baca cerita para nabi melalui buku-buku tafsir. Alasanku, Islam dan Kristen itu historinya sama. Kecuali tentang kerasulan Isa (a.s.) dan Muhammad (s.a.w.). Di Kristen Nabi Isa (a.s.) utusan terakhir. Tapi dalam Islam ada lagi nabi yaitu Nabi Muhammad (s.a.w.). Sebagai manusia biasa, aku melihat bahwa al Qur’an itu lebih manusiawi. Artinya segala pertanyaan ada jawabannya. Ada hukum sebab akibat. Kenapa dilarang begini? Karena bisa berakibat begini. Itu yang bikin aku tertarik masuk Islam.
\r\n
\r\nMenurutku, landasan awal seseorang meyakini suatu kepercayaan itu karena buku besarnya (kitab). Melalui itu kita dapat bersentuhan langsung dengannya. Bagiku itu sudah jadi pegangan kuat. Sedangkan di agama lain, aku lihat banyak ayat yang ditulis oleh orang-orang pada masa itu. Dan aku lihat beberapa surat dalam Alkitab yang menceritakan kejadian sama tetapi versinya berbeda. Buatku hal semacam itu merupakan kasus besar. Karena kitab suci itu ternyata sudah disentuh oleh tangan manusia. Sedangkan ajaran Islam lebih realitis. Karena Al-Qur\’an diwahyukan sebagai suatu keharusan. Sedangkan sunah Rasul lain lagi. Yaitu bersifat nggak mengikat. Ini lebih manusiawi.

Proses hijrahku menjadi muslim nggak begitu mulus. Apalagi keluargaku Nasrani aktif yang fanatik. Aku mengucapkan dua kalimat syahadat pada tanggal 23 Maret 1994 di Malang, Jawa Timur. Padahal aku kuliah di Jakarta. Memang semasa pencarian, aku punya sohib di kota apel itu. Dia nggak bersedia mengajari tentang Islam, melainkan hanya menunjukkan seseorang yang menurutnya lebih tepat. Yaitu Kiai Zulkifli dan Pak Amir.

Ternyata salah seorang dari mereka juga muallaf. Banyak pengalaman religiusnya yang bikin aku terkesan. Disamping memantapkan niatku masuk Islam. Cobaannya, ibuku aktivis kegiatan gereja. Karenanya aku mengupayakan agar keislamanku nggak diketahuinya dalam kurun waktu dua tahunan. Ternyata beliau tahu lebih awal dari yang aku rencanakan. Sebagai anak pertama pasti ibuku menaruh harapan besar terhadapku. Begitu tahu anaknya berbeda keyakinan, tentu batinnya terpukul. Itu cobaanku yang paling besar. Dimana aku merasa takut kalau ibu marah.

Tapi begitu semuanya sudah terbuka, aku pasrah sama Allah. Aku tetap menempatkan diri sebagai anak, yang harus senantiasa menghormatinya. Aku bersyukur karena akhirnya sikap mereka sudah lebih baik. Tapi selama “perang dingin” berlangsung aku nggak pernah mau menyinggung soal agama. Kalau hari besar agama baik natal atau lebaran aku sengaja nggak kumpul sama keluarga. Aku tahu, mereka kecewa terhadapku. Kalau aku hadir dalam hari besar mereka, tentu ada perasaan nggak enak. Namun komunikasi tetap jalan. Aku senantiasa mengunjungi orang tua. Alhamdulillah, pada lebaran beberapa tahun lalu, ibu menemuiku. Aku anggap ini blessing. Lebih dari itu, semua ini sudah diatur oleh Allah s.w.t. Aku yakin itu.

10 Oct

58 Ulasan untuk artikel “Kesaksian Iga Mawarni”

  1. aku Says:

    FIRMAN TUHAN YANG MEMBINGUNGKAN DI KITAB KEJADIAN….
    Kalau kita baca dan amati Alkitab dari awal yaitu kitab Kejadian tentang penciptaan langit dan bumi, maka kita akan dapat beberapa kejanggalan yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sekarang……Hal ini akan menimbulkan suatu keragu-raguan dibenak kita…, bahwa apakah memang benar alkitab itu adalah firman Tuhan atau hanyalah hasil buah pemikiran manusia dizaman itu……

    Nah…. mari kita lihat dan simak bersama…….

    Kejadian 1 : 1 – 19 : (TB-LAI)

    1). Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

    2). Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi SAMUDERA RAYA, dan Roh Allah melayang-layang DIATAS PERMUKAAN AIR

    3). Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.”

    4). LALU TERANG ITU JADI. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

    5). Dan AllahMENAMAI TERANG ITU SIANG, DAN GELAP ITU MALAM. Jadilah petang dan jadilah pagi, ITULAH HARI PERTAMA.

    6). Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.

    7). Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.

    8). Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, ITULAH HARI KEDUA.

    9). Berfirmanlah Allah: Hendaklah segala air yang dibawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.

    10). Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

    11). Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi. Dan jadilah demikian.

  2. aku Says:

    12). Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

    13). Jadilah petang dan jadilah pagi, ITULAH HARI KETIGA.

    14. Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dan malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yng menunjukkan masa-masa tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.

    15). Dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerngi bumi.

    16). Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk mengusai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam dan menjadikan juga bintang-bintang.

    17). Allah menaruh semua itu di cakrawala untuk menerangi bumi.

    18) Dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semua itu baik.

    19). Jadilah petang dan jadilah pagi, ITULAH HARI KE EMPAT.

    DENGAN MENGUTIP AYAT-AYAT KITAB KEJADIAN TERSEBUT, MAKA SAYA INGIN BERTANYA KEPADA KAUM KRISTIANI…..:

    1). APAKAH AYAT-AYAT TERSEBUT DIATAS ADALAH FIRMAN ALLAH…..???

    2). SIAPA SEBENARNYA PENULIS KITAB KEJADIAN TERSEBUT…..???

    3). DARIMANA SUMBER BERITA TERSEBUT DIPEROLEH OLEH PENULIS…., DAN SIAPA YANG MENYAMPAIKANNYA KEPADA PENULIS……???

    4). PADA AYAT 2 DISEBUTKAN BAHWA BUMI BELUM TERBENTUK…., TAPI SUDAH ADA SAMUDERA RAYA…, LALU SAMUDERA RAYA ITU BERADA DIMANA….DAN….. BAGAIMANA BISA ADA SAMUDERA RAYA KALAU BUMI BELUM TERBENTUK……???

    5). APAKAH SAMUDERA RAYA DULUAN ATAU PERTAMA KALI DICIPTAKAN DARIPADA ALAM SEMESTA DAN BUMI…….???

    6). ALLAH MENCIPTAKAN TERANG, DAN DINAMAINYA TERANG ITU SIANG DAN GELAP DINAMAINYA GELAP ITU MALAM……, DARIMANA SUMBER TERANG ITU BERASAL ATAU APA YANG MEMBUAT SEHINGGA TERJADI TERANG (SIANG) PADAHAL MATAHARI BELUM DICIPTAKAN…..???

    7). APA YANG MEMBUAT ADANYA PERGANTIAN DARI HARI KE HARI (DARI HARI PERTAMA KE HARI KEDUA DAN DARI HARI KEDUA KE HARI KETIGA)….., PADAHAL BELUM ADA MATAHARI YANG TERBIT DAN TERBENAM SEBAGAI TANDA PERGANTIAN HARI……???

    BUKANKAH TERJADINYA PERGANTIAN HARI KE HARI KARENA ADANYA MATAHARI YANG TERBIT (SIANG) LALU TERBENAM (MALAM)…….???

    MATAHARI BARU DICIPTAKAN NANTI PADA HARI KE EMPAT……

    8). DI AYAT 6…., ALLAH MENCIPTAKAN CAKRAWALA YANG MEMISAHKAN AIR DARI AIR…., APA MAKSUD CAKRAWALA MEMISAHKAN AIR DARI AIR…..???

    9). ALLAH MEMISAHKAN AIR YANG ADA DIBAWAH CAKRAWALA DAN AIR YANG ADA DIATASNYA…… ADAKAH AIR DIBAWAH CAKRAWALA DAN AIR DIATAS CAKRAWALA……, PADAHAL KATANYA CAKRAWALA ITU ADALAH LANGIT…….??!!!

    10). DI AYAT 11….., ALLAH MENCIPTAKAN TUMBUH-TUMBUHAN……, BAGAIMANA BISA TUMBUH-TUMBUHAN ITU HIDUP TANPA ADANYA MATAHARI……???

  3. Arief Says:

    Rame banget komentarnya, bagi saya : jalankanlah keyakinan masing2… bila ada yang berpindah keyakinan itu adalah proses dari pencarian keyakinan hati dan hidup mereka. apapun agama/keyakinan manusia adalah proses belajar kehidupan mereka. Biarkan masing masing dengan keyakinan yang ada dalam diri dan hati mereka.
    Yang perlu kita perangi dan dihindari adalah pengaruh setan dalam hati kita… setan ada dimana – mana.

  4. Umat Rasullah Says:

    Islam adalah “Rahmatan Lilallamin” : Rahmat bagi seluruh alam bumi ini………”Subhanallah Walhamdullillah Walailahaillah Waulaahuakbar…….”jadi Iga seorang muslimah yang hakiki…tunduk sujudlah padaNya…bershalawatlah atas nabi besar Muhammad S.A.W….dan dirikan Shalat…!!!

  5. sahat Says:

    apakah al-quran hasil karya tangan manusia atau turun langsung dari surga?

  6. syukriansyah Says:

    Alhamdulillah….semoga Mba’Iga Mawarni mendapatkan tuntunan hidayah dan rahmat dari Allah swt, karena telah memilih jalan kebenaran…..(rahmatan lil’alamin).

    Saya setuju dengan perkataan Mba’Iga, bahwa umat kristiani penuh “dengan rasa gengsi” saja dan takut dikucilkan oleh jemaat dan keluarganya…. sebenarnya apabila mereka (kristiani) membaca lebih memahami isi kandungan Injil mereka akan dapatkan bahwa hanya 18% saja firman tersebut dari Yesus (berdasarkan penelitian mahasiswa dan ahli2 alkitab sendiri), dan selebihnya sudah dikarang dan diubah demi kebutuhan dan gaya hidup mereka…. hanya Islam yang masih menegakkan ajaran Yesus (Isa Almasih) sampai hari kiamat nanti…., bertobatlah kepada jalan yang benar…
    “ISLAM is way of life for all people in the earth”

  7. Kardjono Says:

    Islam sangat menghargai semua rosul Allah, termasuk Yesus (Isa AS). Dan Islam pun menghargai dan mempercayai semua Kitab Suci yang diturunkan oleh Allah, yang salah satunya adalah Injil yang diturunkan kepada Isa As.

  8. erwin faisal Says:

    Pak Kardjono koreksi ; Islam menghargai Kitab suci Injil, namun tidak meng-“imaninya” karena sudah banyak campur tangan manusia di dalam kitab Injil tersebut. Islam hanya BerIman kepada Allah yang satu tidak tuhan-tuhan lain selain Allah SWT, dan berIman Kepada Al’Quran saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *